Kasus Sodomi : Guru dan Ortu Harus Awasi Anak-anak Mereka

Ilustrasi (hariannasional)

STARNEWS.ID, JAKARTA – Kepala Biro Kerjasama dan Humas Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana berterima kasih kepada Direktorat Cyber Mabes Polri yang telah berhasil mengungkap kejahatan pedofil melalui jaringan internet.

Sesuai dengan Permendikbud 82 Tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulangan kekerasan di satuan pendidikan atau di sekolah agar setiap sekolah memiliki tim yang terdiri dari guru, murid dan orang tua termasuk dari pihak aparat untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan kekerasan di sekolah.

Bacaan Lainnya

Erlangga menghimbau kepada guru dan seluruh orang tua untuk lebih melakukan pengawasan dan kesadaran bahwa setiap anak dapat menjadi korban kejahatan, maka harus dilakukam langkah-langkah antisipatif.

Suasana jumpa pers terkait penjaga sekolah yang melakukan pencabulan pada beberapa anak di bawah umur. (foto ist)

Sementara Komisioner KPAI Margaret mengatakan kasus kekerasan fisik, seksual dan bullying di sekolah pada tahun 2019 sebanyak 321 kasus.

KPAI menghimbau kepada seluruh instansi sekolah ataupun pihak sekolah secara langsung terkait dengan

Pertama, perekrutan guru atau tenaga di sekolah untuk ditanyakan apakah pernah punya riwayat perilaku sosial yang menyimpang. Kedua, memberikan edukasi dan literasi digital kepada orangtua dan anak melalui komite sekolah terkait dengan mengenalkan mengenai perlindungan anak. Ketiga, memasang CCTV di area sekolahnya untuk menghindari terjadinya kekerasan.

Asisten perlindungan anak dalam situasi darurat dan pornografi KPPA, Eka Purwanti mengucapkan terima kasih kepada Bareskrim yang telah berhasil untuk membuka kasus ini.

Anak-anak yang menjadi korban akan menjadi fokus penanganan psikologis untuk menghadapi trauma dan memastikan semua unsur di pemerintah daerah untuk dapat mendampingi para korban hingga pulih paripurna serta psikososial pemulihan.

Sementara, Homeland Security Investigation (HSL) Marco Champion menjadi yang terdepan dalam upaya pemberantasan kejahatan terhadap anak di seluruh dunia yang dilakukan melalui internet.

Melakukan kerjasama dengan Polri guna meningkatkan kapasitas kedua belah pihak dalam upaya melindungi dan menyelamatkan anak-anak yang menjadi korban.

Juga membawa para pelaku tindak kejahatan ke pengadilan kasus sukses ini menggambarkan nilai dari kemitraan bilateral antara hak asasi HSL dan Polri, serta berkomitmen dalam melindungi aset yang paling berharga dari negara kita yaitu anak-anak.(star2)


Pos terkait