Kembali Bangkit, MEC English Cafe Ekspansi Usaha di Makassar

Pemilik MEC English Cafe, Chandra menjelaskan konsep bisnis yang dijalankan dalam soft opening MEC English Cafe di BTP Makassar, Sabtu (12/3/2021).(Foto : Erick Didu)

STARNEWS.ID,MAKASSAR– Pandemi Covid-19 membawa dampak signifikan terhadap usaha bisnis. Banyak yang terpaksa mengendurkan operasi karena kebijakan lockdown dan pembatasan sosial.

Namun kini mereka perlahan kembali bangkit. MEC English Cafe misalnya. Pemilik MEC Indonesia induk usaha MEC English Cafe, Chandra menjelaskan, perusahaan yang bergerak dibidang pendidikan bahasa Inggris yang berkonsep menggabungkan education dan entertaintment melakukan gebrakan melalui ekspansi usaha di Kota Makassar.

“Sejak lockdown 35 cabang dari empat pulau besar di Indonesia serta lebih dari 7000 siswa atau member kami harus terhenti. Tapi pandemi ini membuat kita harus berpikir ulang bagaimana menjalankan kegiatan ini kembali. Jadi dulu sebelum pandemi konsep kami kursus bahasa Inggris dengan kafe dan sekarang kami mengkonsep ulang yakni kafe yang ada kursusnya”, urai Chandra saat opening Mec English Cafe di BTP, Makassar, Sabtu, (12/6/2021).

Dalam progress usahanya, Chandra mengaku tidak bisa berjalan sendiri. MEC Kafe akan menggandeng UMKM. Dimana produk UMKM yang diajak bekerjasama mengisi dan dijual di MEC Kafe.

“Nantinya di lantai dua tempat kami melakukan aktifitas kursus dan dilantai satu bisnis cafe dijalankan. Para karyawan kafe akan melayani dengan menggunakan bahasa Inggris,” tambah Chandra.

MEC English Cafe digadang-gadang merupakan kafe pertama di Indonesia yang menggabungkan kursus bahasa Inggris dan pelaku UMKM, adapun yang telah berkolaborasi dengan MEC English Cafe ini adalah, Red Shusi, Ximple Food dan sejumlah UMKM lainnya.

MEC menawarkan harga kursus yang ingin bergabung menjadi member mulai dengan Rp 400 ribu selama setahun. Mec English Cafe buka kursus mulai dari usia pelajar kelas 2 SMP ke atas.

“MEC juga menerima kerja sama dengan brand makanan yang nantinya akan diajak kolaborasi dalam satu kafe. Hal tersebut dimaksudkan agar bisa merangkul usaha lokal di tengah pandemi saat ini,” tutup Chandra.(Erick Didu)


Pos terkait