Kenakan Rompi Orange KPK, Nurdin Abdullah : Saya Minta Maaf, Saya tidak Tahu Apa-apa

Suasana Konfrensi Pers Komidi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapan Nurdin Abdullah bersama Edy Rahmat dan Agung Sucipto sebagai tersangka. (foto sindonews.com)

STARNEWS.ID, JAKARTA – Mengenakan rompi orange dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah tertunduk lesu, saat  digiring petugas KPK menuju ruang  Konfrensi Pers. Bisa dipastikan orang nomor satu di Sulsel ini, ditetapkan sebagai tersangka.

Yah, begitulah adanya. Nurdin Abdullah yang dikenal bersih dan penuh citra baik selama memimpin akhirnya terjerembab sebagai koruptor. Nurdin tidak sendiri, tapi bersama Sekretaris Dinas PU Sulsel, Edy Rahmat dan pengusaha/kontraktor Agung Sucipto. Kini  mereka kompak mengenakan rompi keramat KPK, membelakangi karena saat digelar Konfrensi Pers.

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua KPK, Firlu Bahuri setelah dilakukan pemeriksaan intensif ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dalam pembangunan  infrastruktur yang dikerjakan di Sulsel. Edy Rahmat (ER) dan Nurdin Abdullah (NA) sebagai penerima suap sedangkan Agung Sucipto (AS) sebagai pemberi suap.

Dimana NA diduga menerima gratifikasi atau janji dari proyek yang  dikerjakan tersebut tahun 2020-2021. Bahkan barang bukti ditemukan sebesar Rp2 milliar saat dilakukan Operasi Tangkap Tangkap (OTT) terhadap ER, yang juga orang kepercayaan NA.

Kini ketiganya harus menerima nasib atas perbuatannya, dan akan ditahan selama 20 hari ke depan. Dimana NA akan di tahan Rutan KPK, Pomdam Jaya Guntur, ER ditahan di Rutan KPK cabang Kavling C1. Lalu Agung Sucipto di Rutan KPK Gedung Merah Putih. Mereka akan ditahan oleh KPK selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 sampai dengan 18 Maret 2021.

Nurdin Abdullah dan Edy Rahmat disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara Agung Sucipto disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Nurdin Minta Maaf

Saat dicegat sejumlah awak media, NA sempat berbicara singkat dan meminta maaf atas kejadian yang terjadi. Juga sempat mengatakan kalau dirinya tidak tahu menahu masalah tersebut, namun mengaku pasrah mengikuti proses hukum yang berlangsung.

Ini kali pertama NA berbicara ke media, sejak dirinya dijemput di rumah jabatannya di Makassar. Sebelumnya, NA lebih banyak bungkam saat digiring dari Makassar ke Gedung KPK di Jakarta.

Saya mohon maaf, Ternyata Edy itu melakukan transaksi tanpa sepengetahuan saya, sama sekali tidak tahu. Demi Allah, demi Allah,”ungkapnya.

‘’Saya ikhlas menjalani proses hukum. Karena memang kemarin itu kita tidak tau apa-apa,” katanya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Minggu (28/2/2021).

Nurdin mengatakan dirinya ikhlas dalam menjalani proses hukum. Gubernur Sulsel ini mengaku tidak tahu apa-apa dalam kasus tersebut. (*/dari berbagai sumber)


Pos terkait