Keok! Ancam Polisi, Anak Ketua DPRD Torut Diringkus Polda Sulsel

Suasana jumpa pers yang digelar Polda Sulsel terkait penangkapan pelaku pengancaman polisi saat pembubaran judi sabung ayam. (foto rizal/starnews.id)

STARNEWS.ID, MAKASSAR – Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo dan Dirreskrimum Polda Sulsel, Kombes Pol. Didik Agung Widyanarko menggelar Konferensi Pers terkait Penghinaan dan pengancaman kekerasan terhadap anggota Kepolisian Toraja Utara.

Peristiwa ini terjadi di halaman Tongkonan Palasa, Lembang atau Desa Tondon Matallo, Kecamatan Tondon, Kabupaten Toraja Utara, beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Kabid Humas menjelaskan anggota Resmob Polda Sulsel telah mengamankan pelaku penghinaan dam pengancaman kekerasan terhadap personil Toraja Utara.

Pelaku diketahui sebagai anak Ketua DPRD Toraja Utara beralamat di Jalan Palopo, Kecamatan Rante Pao, Kabupaten Toraja Utara Selasa, (07/7/2020 ) pagi.

Sehari harinya pelaku adalah seorang wiraswasta berinisial AS (32). Ibrahim juga menuturkan kronogi penangkapan tersangka.

Dimana Tim Resmob Polda Sulsel menuju Toraja Utara pada hari Senin (6/7/2020) malam, dan tiba Selasa pagi. Tim langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku penghinaan dan pengancaman kekerasan di rumahnya di Jalan Palopo, Kabupaten Toraja Utara.

Kemudian pelaku dan barang bukti dibawa ke Ditreskrimum Polda Sulsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pelaku bernama lengkap Amda Mandala Salurante alias Pung Belo, resmi ditetapkan sebagai tersangka akibat aksinya melawan polisi yang membubarkan arena judi sabung ayam di Toraja Utara.

Tersangka disebut sempat mengejar Kasat Sabhara Polres Toraja Utara dan hendak menyerang menggunakan pecahan botol sebagai senjata tajam.

“Iya, polisi (yang dilawan) di video viral itu Kasat Sabhara,” ujar Dirkrimum Polda Sulawesi Selatan, Kombes Didik Agung Wirahardjo kepada wartawan dalam konferensi pers di Polda Sulsel, Makassar, pada Selasa, (7/7/20).

Barang bukti yang diamankan, satu buah flash disc berisi video pembubaran dan sebuah pecahan botol kaca runcing. Tersangka pelaku diancam Pasal 207 dan pasal 212 KUHPidana dengan ancaman satu tahun 6 bulan penjara. (zal/uba)

Pos terkait