Kepala SDN Tetebatu I Dituduh Sengaja Rusak Sekolah demi Dapatkan Bantuan

Kepala SDN Tetebatu I, Gowa, Nurlia

STARNEWS.ID, GOWA — Kepala SDN Tetebatu I, Kecamatan Pallangga, Gowa, Nurlia uring-uringan. Ia dituduh sengaja menyuruh bujang merusak sekolahnya demi dapat bantuan.

Dengan tegas, ia pun menyangkal tudingan tak mengenakkan hati tersebut. Ditegaskan, ia tak pernah menyuruh siapapun merusak sekolahnya dengan modus mendapat bantuan.

Bacaan Lainnya

Kondisi plafon SDN Tetebatu I, Gowa

Sebaliknya Nurlia menyebutkan, pelaku yang menuduhnya seperti itu karena sakit hati. “Ini ulah orang sakit hati. Saya tahuji pelakunya,” ungkap Nurlia, Jumat, 9 Oktober 2020.

Lanjut, Nurlia menduga, pelaku adalah orang yang pernah dipekerjakan sebagai bujang sekolah SDN Tetebatu I. Tak diungkap nama terduga pelaku, hanya disebut berinisial N. Karena dianggap tak becus menjalankan tugas, Nurlia memutuskan memecat N.

“Pernah jadi bujang disini (SDN Tetebatu I,red). Dua bulan. Tapi karena malas dan banyak barang di sekolah hilang, saya putuskan pecat,” beber Nurlia.

Setelah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai bujang di SDN Tetebatu I, N kemudian pindah di SD Inpres Tetebatu yang kebetulan satu lokasi. Juga sebagai bujang sekolah berkat ajakan Kepala SD Inpres Tetebatu, Hamidah Kaiyyum.

Sama di SDN Tetebatu I. Di SD Inpres Tetebatu, N juga tidak lama bekerja sebagai bujang sekolah. N juga diberhentikan dengan alasan tidak becus menjaga keamanan sekolah.

Banyak inventaris di SD Inpres Tetebatu yang raib. Salah satunya wireless. N kemudian mencurigai Nurlia otak di balik pemecatannya sebagai bujang di SD Inpres Tetebatu.

Diduga karena sakit hati itulah, lanjut Nurlia, N lalu menuduhnya sengaja menyuruh bujang yang baru merusak sekolah agar mendapatkan bantuan.

Tuduhan N itu lalu diumbar di media sosial (Medsos,red). Dalam postingan N di akun facebook memperlihatkan gambar plafon ruangan kelas yang bocor-bocor.

“Saya masih bermurah hati memaafkan dia. Sehingga tidak sampai melapor tuduhannya itu ke polisi,” ucapnya.

Adapun terkait plafon sekolahnya yang bocor-bocor itu, sama sekali bukan disengaja. Akan tetapi kondisi bangunannya memang memprihatinkan. Bagian kayunya banyak yang lapuk. Sebagian plafon sudah runtuh.

“Bangunan ruang kelas yang plafonnya bocor-bocor itu sejak dibangun 1987 silam tidak pernah sekalipun mendapatkan bantuan,” sebut Nurliah.

Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Kecamatan Pallangga, Hadasiah yang dikonfirmasi terpisah menyayangkan tindakan pelaku. Hadasiah juga menegaskan, bahwa tuduhan pelaku kepada Kepsek SD Negeri Tetebatu I sama sekali tidak benar.

“Saya sudah panggil kepala sekolah SD Negeri Tetebatu I. Motifnya dendam. Pelaku menyangka Kepsek SDN Tetebatu I ikut berperan sehingga dipecat sebagai bujang di SD Inpres Tetebatu,” tandasnya. (rus)


Pos terkait