Ketika Dilarang Tidur Menjelang Terbenamnya Matahari 

Ilustrasi Senja (phinemo.com)

Oleh : Muhammad Syahrir Gassa

KEBIASAAN  orang-orang tua kita yang sudah berpengalaman biasanya melarang tidur menjelang magrib atau pada saat mulai terbenamnya matahari. Hal ini sesuai pula pendapat sebagian ulama “ siapa saja yang tidur selepas waktu ashar sehingga terganggu kejiawaannya, maka janganlah ia mencaci selain dirinya sendiri” dan jika terlalu sering tidur di sore hari akan semakin membuat jiwa dan pikirannya akan semakin memburuk (Anonim, 2020). Hadits yang lain berbunyi “Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan. Tidur pagi juga menyebabkan berbagai penyakit badan, diantaranya adalah melemahkan syahwat” (Zaadul Ma’ad, 4/222).

Bacaan Lainnya

Secara ilmiah tidak dapat dijelaskan secara keseluruhan mengapa hal tersebut terjadi, tetapi bisa dikaitkan dengan fenomena keseharian kita. Seseorang dalam mencari rezeki biasanya memulai pagi dalam beraktivitas bahkan ada yang mulai subuh sudah pada siap-siap di rumahnya masing-masing, walaupun berangkat dari rumahnya agak siang karena beraktivitas secara online terutama di masa Pandemi Covid-19 sekarang ini. Dalam meningkatkan imunitas tubuh salah satu alternatif  yang dapat dilakukan adalah menghirup udara bersih dan segar terutama di subuh hari hingga pagi atau kegiatan-kegiatan lainnya yang bisa menjaga imum agar tetap prima. Dalam upaya memperoleh udara bersih dan segar di dalam rumah kita masing-masing biasanya dianjurkan membuka pintu maupun jendela rumah pada waktu tersebut. Kegunaannya dengan berbagai prediksi, dimana ada yang mengatakan supaya lebih mudah mendapatkan rezeki baik berupa kesehatan dan kekuatan, material, jodoh maupun rezeki lainnya.

Berdasarkan ilmu alam dapat dikatakan bahwa dalam rumah kita supaya mendaptkan udara bersih dan segar maka perlu sirkulasi berupa pergantian dengan udara yang berasal dari luar yang tadinya agak kurang nyaman menjadi lebih segar dan bersih, sehingga  orang-orang yang berada di dalam rumah  menjadi ikut menikmati udara segar tersebut. Ventilasi yang cukup sangat diperlukan  dalam menciptakan suasana dalam rumah yang asri dan nyaman. Pada saat pandemi Covid-19 ini, sangat diperlukan suatu udara segar dan bersih baik di lingkungan kita maupun ketika seseorang berada di ruang opname atau rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian bahwa seseorang jika berada di ruangan terbuka, maka rentan penularan Covid-19 akan  sangat kecil dibandingkan dalam ruangan tertutup atau airborne seperti penelitian-penelitian yang sudah diterbitkan di jurnal JAMA Internal Medicine dan sesuai pengumuman WHO yang dilansir pada CNN Indonesia pada bulan Juli 2020.

Sebagaimana penelitian-penelitian sebelumnya bahwa virus Covid-19 senang pada tempat-tempat dengan ruangan tertutup dengan jumlah aktivitas banyak orang terutama yang mempunyai sirkulasi udara yang tidak nyaman. Berdasarkan hal tersebut di atas bahwa seseorang dilarang tidur ketika menjelang magrib, menurut Rasulullah Muhammad SAW akan rentan dengan penyakit-penyakit tertentu terutama penyakit pusing, fikun / mudah lupa, imunitas menurun, badan sakit, perasaan galau dan penyakit-penyakit lainnya dan bisa rentan pula dengan penyakit Covid-19. Disisi lain memang pada kondisi tersebut adalah waktu yang agak sempit dan sudah masuk waktunya melaksanakan shalat magrib. Seseorang terutama pada saat tersebut dianjurkan banyak berzikir dengan membaca istigfar, tahmid dan takbir. Bahkan di saat tersebut anak-anak yang bermain di luar rumahpun dilarang berkeliaran di luar karena dikhawatirkan adanya penyakit tertentu yang menimpanya (Nur Asilha, 2020). Pada waktu menjelang magrib bahkan sampai larut malam banyak dijumpai partikulat-partikulat kecil berupa asap, debu, bakteri/virus yang terakumulasi pada debu/partikulat kecil dan menyebar di udara bebas/atmosfer, sehingga diharapkan seseorang lebih banyak beraktivitas dalam ruangan tertutup dengan ventilasi udara baik dan beristrahat yang cukup di malam hari. Partikulat-partikulat kecil dan zat-zat pencemar yang bergerak bebas di atas atmosfer bumi karena kebanyakan sehingga menjadi berat dan akan turun kembali ke permukaan bumi baik secara perlahan maupun secara cepat yang terbawa langsung melalui air hujan, terutama terikut pada bilasan pertama air hujan. Selain itu dengan udara malam tidak lain banyak mengandung pula dengan karbon dioksida akibat tumbuh tumbuhan yang berhijau daun mengalami pergantian pengeluaran oksigen pada siang hari dengan karbon dioksida dan uap air, seperti reaksi kimianya berikut:

C6H12O6 (s)  + 6 O2 (g)  à   6CO2 (g)     +    6H2O(g)   

glukosa               oksigen              karbon dioksida        air

Kemudian gas karbon dioksida inilah yang akan menyebar di sekitar lingkungan pada waktu malam hari. Hal ini merupakan salah satu sebab sehingga seseorang dilarang beraktivitas sampai larut malam terutama di ruangan terbuka karena dengan mudah mendapatkan dampak dari partikulat-partikulat udara terutama yang mengandung bakteri/virus maupun karbon dioksida serta partikulat partikulat lainnya. Sehingga hal ini terutama bagi anak-anak muda sebagai penerus cita-cita bangsa agar berhati-hatilah ketika pulang  tengah malam  dari tempat kerjanya atau bermain dengan teman-temannya karena partikulat udara tersebut  yang tadinya pada waktu siang terbawa naik dan mengalami penyebaran di udara kemudian menjadi turun kembali ke permukaan bumi dan bisa saja seseorang akan mengenai dampaknya berupa mengalami berbagai jenis penyakit.

Akhir-akhir ini selain peristiwa pandemi Covid-19 dari seluruh belahan dunia dan ikut dilanda Bangsa Indonesia, terjadi pula bencana dimana-mana baik peristiwa jatuhnya ke laut terhadap Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, banjir di Kalimantan Selatan, Gempa di Sulawesi Barat yang berkuatan 6,2 skala richter, erupsi gunung merapi di Yogyakarta dan bencana-bencana lainnya yang menelan banyak korban baik jiwa maupun material.  Hal ini merupakan bukti kekuasaan Allah SWT atas peristiwa tersebut dan hendaknya kita semua kembali menyadari dan berdoa bersama semoga segala bencana maupun penyakit yang menimpa seseorang maupun masyarakat bangsa Indonesia yang merupakan ujian Allah SWT semoga segera berakhir segala jenis bencana yang melanda negeri ini sehingga kita dapat melakukan kembali aktivitas seperti biasanya. Wallahu a’lam bisshowab. (*/)

Referensi

Anonim. 2020. Inilah Lima Waktu yang Dilarang Tidur Rasulullah. Kabar Jombang. https://kabarjombang.com

Anonim. 2020. Studi Baru Perkuat Bukti Penularan Covid-19 Lewat Udara di Ruang Tertutup. https://pharmasetika.com

CNN Indonesia. 2020. Ahli Ingatkan Penularan Corona Lewat Udara di Ruang Tertutup. https://m.cnnindonesia.com

Hafidz, Nur. 2020. Internalisasi Orang Tua Melarang Tidur Menjelang Magrib Pada Anak Dalam Persfektif Hadis, www.asilha.com


Pos terkait