Ketika Rumah Sakit dan Keluarga ‘Rebutan’ Jenazah Imam Masjid

Nampak warga menggotong ramai-ramai jenazah yang diduga PDP Covid-19 dari Rumah Sakit Labuang Baji. (foto linetoday)

STARNEWS.ID, MAKASSAR – Ini kejadian yang melibatkan antara warga Jalan Rajawali dengan pihak rumah sakit (RS) Labuang Baji, Makassar, Jumat (5/6/2020).

Kejadian ini berawal pada hari Kamis (4/6/2020) sekitar pukul 17.00 wita, Imam Masjid Panambungan, Kecamatan Mariso, Ustad Muhammad Yunus (49) di bawah ke rumah sakit Labuang Baji, Makassar. Ustad dirawat karena diagnosa penyakit jantung.

Bacaan Lainnya

Besoknya pasien ini meninggal dunia, sekitar pukul 10.00 WITA pagi. Ketika akan diambil keluarganya untuk dimakamkan piha RS menolak, dan akan menguburkan dengan protap covid-19.

Erwin, warga jalan Rajawali 13 yang bertindak sebagai saksi menuturkan kejadian ini. Akibatnya warga yang sebagian besar tetangga jenazah mengamuj, dan memaksa mengambil jenazah tersebut.

Akhirnya pihak RS menyerah, dan menyerahkan jenazah tersebut, yang digotong ramai-ramai keluar dari gerbang RS Labuang Baji.

Dan meniggal pada hari jumat tgl 5 Juni 2020 sekitar pukul 09.00 wita pak Imam dinyatakan meniggal Dan di duga Corona. Namun jenazah di tahan di oleh pihak Rs Labuang baji. Dan warga Rajawali mengamuk serentak ambil paksa jJlenazah tersebut.

Kini jenazah sudah ada di rumah duka, jalan Rajawali Panambungan. Lorong13 B dekat mesjid Baiturrahman. Warga setempat sudah menguburkan jenazah, dan mengabaikan protokol covid-19.

Hingga kini, belum ada jawaban dari pihak RS terkait status jenazah apakah memang covid-19 atau penyakit jantung yang dideritanya sehingga meninggal. (uba)

Terkait