Ketua MKKS Bone Akui Terbentur Beragam Hambatan dalam Menggagas Proker

Ketua MKSS Bone, Muhammad Said

STARNEWS.ID, MAKASSAR — Menjaga kelangsungan roda kepengurusan, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Bone mesti menggenjot penyusunan program kerja (proker) untuk periode 2020-2023.

Rupanya, Ketua MKKS Bone, Muh Said mengaku, bukan tugas yang mudah menjalankan amanah sebagai nakhoda buat para kepala sekolah (kasek) di Bone. Katanya, banyak tantangan yang mesti dihadapi berkenaan amanah barunya itu.

Saat berbincang dengan starnews.id di sebuah kafe yang berada di Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (26/8/2020), ia mengaku, selain ada yang pro, juga ada yang kontra terhadap dirinya sebagai penjabat ketua MKKS Bone.

“Ada yang tidak senang dengan jabatan ketua MKKS ini. Jadi mungkin ada hambatan-hambatan yang bisa saja terjadi,” aku Muh Said.

Salah satunya, beber dia, saat menggelar rapat koordinasi (rakor) pada Senin (24/8/2020). Diungkapkan, banyak kepala sekolah (Kasek) yang tak hadir.

Padahal, rakor di Gedung SMA Negeri 3 Watampone tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bone, Eri Satriana. Muh Said mengungkapkan, hampir semua kasek yang tak hadir itu melontarkan alasan yang dia anggap tak jelas.

“Padahal ini (rakor) baik dihadiri, untuk mengetahui bagaimana menghindari penyalahgunaan dana alokasi di tingkat SMA,” beber dia.

Muh Said pun menduga, kemungkinan ada yang tidak mendukung program kerja MKKS yang akan digagas.

“Jika ada pihak yang tidak mendukung, mungkin perlu diketahui. Padahal kita harus merangkul semua kepala sekolah, dan tidak mungkin mengubah watak seseorang begitu saja. Perlu penyesuaian agar bisa sehati,” tutur dia.

Alumni Pendidikan Bahasa Inggris IAIN Makassar itu pun berharap, seluruh kasek untuk mendukung dan menjaga muruah MKKS agar selalu kompak. (fad/dam)

Terkait