Kisah Personel Damkar Parepare, Rela Tinggalkan Anak-Istri demi Bantu Masyarakat Terdampak Gempa di Sulbar

Personel Damkar Parepare, Andi Fajar (keempat dari kanan) saat membaur bersama anak-anak terdampak gempa di Majene, Sulbar.

STARNEWS.ID, PAREPARE — Kebanyakan orang mengetahui bahwa petugas pemadam kebakaran (Damkar) sebatas memadamkan api. Padahal tidak hanya itu. Mereka juga bertugas untuk hal lain, termasuk penyelamatan dan penanganan bencana alam.

Tak jarang, para personel damkar juga mengerjakan tugas lain. Antara lain, mengevakuasi hewan liar, evakuasi barang yang sulit untuk diangkat, pelepasan cincin yang sulit dikeluarkan dari jari seseorang, hingga mengerjakan drainase yang buntu.

Bacaan Lainnya

Seperti dituturkan personel Damkar Parepare, Andi Fajar. Ia juga ke Sulbar menjadi relawan untuk membantu para pengungsi yang terdampak gempa magnitudo 6,2.

Dalam menjalankan tugas kemanuasiaan, personel Damkar Parepare bahkan harus bekerja hingga malam hari.

Dalam menjalankan tugas kemanusiaannya, Andi Fajar pun mesti rela meninggalkan anak dan istrinya.

“Saya berharap, agar semuanya terbuka pintu hatinya untuk membantu saudara kita yang terkena musibah. Jangan hanya diam melihat dan mendengar, karena beban yang mereka pikul dipengungsian, bukan kita yang merasakannya,” ujarnya.

Di daerah terdampak gempa, ia mesti kerja ekstra. Termasuk membantu para warga membangun tenda pengungsian dan menginstalasi kelistrikan, agar warga mendapatkan pencahayaan bukan hanya dari lilin.

“Kasihan mereka yang kelaparan, dan hanya meminum air dari air bersih pemberian pemadam kebakaran sulbar, dan mereka hanya melihat logistik yang menumpuk, mereka juga tidak tahu kapan akan dibagikan logistik menumpuk itu,” tutur dia. (*/dam)


Pos terkait