(video) Klarifikasi RS Pancaran Kasih Terkait Isu Suap pada Keluarga Pasien

STARNEWS.ID, MANADO – Beredar kabar di sosial media berupa video terkait meninggalnya seorang bernama Jamin Lasarika (52), di Rumah Sakit Pancaran Kasih, Manado. Pasien yang masuk rumah sakit dalam status PDP ini, membuat heboh.

Sebelumnya beredar kabar, kalau salah seorang keluarga akan disogok Rp15 juta, agar jenazah diurus sesuai protokol covid-19. Nah, belakangan kabar ini dibantah pihak rumah tersebut.

Bacaan Lainnya

Begini kronologis kejadian versi rumah sakit tersebut, menurut keterangan Perawat RSU Pancaran Kasih pasien mengalami Penyakit Diagnosa Pneumonia, kehilangan kesadaran ,PDP berat.

Kemudian dengan adanya gejala penyakit tersebut maka pasien masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan akan dilakukan penanganan sesuai standar Covid – 19.

Pukul 15.00 pihak keluarga masih tidak setuju jenazah dilakukan penanganan dengan protokol Covid – 19.

Pukul 17.40 wita masyarakat / massa mendapat isu jika pihak keluarga akan mendapatkan uang sebesar Rp. 15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah) dari pihak RSU Pancaran Kasih kemudian massa semakin tidak terkendali dan langsung mencari jenazah untuk dibawa ke rumah duka.

Pukul 17.50 wita pihak keluarga bersama masyarakat berhasil membawa jenazah dan langsung menuju rumah duka di Kelurahan Ternate Baru Lingkungan I Kecamatan Singkil kota Manado untuk dilakukan pemandian dan sholat jenazah serta persiapan pemakaman.

Berdasarkan keterangan Khairul Lasarika selaku anak dari jenazah pasien menerangkan bahwa pada saat selesai memandikan jenazah ayahnya/pasien pihak Rumah Sakit dalam hal ini dokter yang menangani memberikan uang kepadanya dari almarhum.

Alasannya agar jenazah tidak lagi dibawa ke rumah dan langsung dibawa ke lokasi pemakaman dan dimakamkan sesuai prosedur Covid19.

Nah, keterangan/isu tersebut dikatakan di hadapan massa yang ikut menjemput jenazah, kemudian timbul reaksi dari massa sehingga pihak keluarga beserta massa sekira 150-an orang menerobos ruang jenazah.

Selanjutnya Jenazah dengan gunakan ambulance menuju rumah duka di wilayah Singkil.

Pukul 18.00 wita Kapolresta Manado AKBP Elvianus Laoli SIK tiba di RSU Pancaran Kasih. Selanjutnya Kapolresta bersama Pers.

Setelah dilakukan pengecekan diketahui pihak RSU Pancaran Kasih tidak menyatakan pernyataan memberikan uang tersebut.

Dan, yang menyebarkan isu tersebut dari pihak keluarga Khairul Lasarika (28) alamat Kelurahan Ternate Baru Lingkungan I Kecamatan Singkil kota Manado. (uba)

Terkait