Komplotan Pencuri Sarang Burung Walet di Enrekang Ditangkap

Suasana saat Polres Enrekang rilis penangkapan pencuri sarang burung walet. (foto zaini/starnews.id)

STARNEWS.ID,ENREKANG – Kepolisian Resort (Polres) Enrekang mengungkap kasus pencurian sarang burung walet. Tujuh pelaku berhasil ditangkap.

Ironisnya, satu dari tujuh pelaku yang ditangkap masih dibawah umur. Inisialnya MA (13), warga Enrekang.

Bacaan Lainnya

Sementara enam pelaku lainnya inisial MH  (23 tahun), A (41 tahun), MR (22 tahun), J (20 tahun), JD (25 tahun) dan IM (27 tahun).

Kapolres Enrekang, AKBP Andi Sinjaya membeberkan, ketujuh pelaku mencuri sarang burung walet milik H.M SAIFUL  di Jalan Industri No. 67 Kecamatan Enrekang. Aksi pencurian mereka lakukan seja bulan November 2020 sampai dengan bulan Februari 2021.

“Ketujuh pelaku ini berkomplot melakukan pencurian dengan cara memanjat kemudian masuk lewat jendela dan mengambil sarang burung walet korban,” papar AKBP Andi Sinjaya dalam konferensi pers di Mapolres Enrekang, Kamis (4/3/2021).

Ketujuh pelaku, kata dia, diciduk pada hari Minggu (21/2/2021) oleh Unit Resmob Polres Enrekang.

“Awalnya pada hari Sabtu tanggal 21 Februari 2021 sekitar pukul 11.00 Wita korban memeriksa kandang sarang burung waletnya dan menemukan bahwa jendela tempat sarang waletnya telah rusak dan tali nilon yang digunakan untuk mengikat jendela telah putus selanjutnya korban memeriksa kedalam lokasi sarang dan menemukan bahwa sarang walet miliknya telah hilang,” tambah Andi Sinjaya

Setelah berhasil mengambil sarang walet tersebut pelaku membawa ke Kabupaten Pinrang untuk dijual. Dari hasil penyidikan pelaku mengakui semua perbuatannya yang telah dilakukan.

Kerugian korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Penyidik Sat Reskrim Polres Enrekang mengamankan beberapa barang bukti yang digunakan tersangka melakukan perbuatannya.

“6 orang tersangka telah diamankan dan ditahan di Mapolres Enrekang yang melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUH-Pidana dan Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan ke-5 KUHP jo Pasal 56 KUH-Pidana. Sementara 1 orang pelaku yang masih dibawah umur tidak dilakukan penahanan namun diproses sesuai dengan undang-undang peradialan anak,” pungkas Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Saharuddin. (zai/rus)


Pos terkait