Lion Air Group Sangkal Pecat 3.000 Karyawan

STARNEWS.ID, MAKASSAR — Sempat beredar, video yang mengasumsikan Lion Air melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebanyak 3.000 karyawan.

Teranyar, manajemen perusahaan jasa penerbangan itu menyangkal perihal adanya pemecatan ribuan karyawan tersebut.

Melalui WhatsApp kepada STARNEWS.ID, Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menegaskan, hal tersebut bukan PHK.

“Jadi hal itu merupakan pengurangan tenaga kerja berdasarkan masa kontrak kerja berakhir dan tidak diperpanjang. Yaitu kurang lebih 2.600 orang dari total karyawan kurang lebih 29.000,” kata Danang, Rabu (15/7/2020)

Danang kemudian mengungkapkan, Lion Air Group telah menawarkan kembali kesempatan untuk kerja, sesuai tren produksi penerbangan.

Selain itu, Danang kembali menegaskan dalam rilis yang telah diupdate yakni, Lion Air Group sedang berada di masa sulit dan menantang, atas kondisi terbentuk dari akibat Covid-19, serta memberikan dampak luar biasa yang mengakibatkan situasi penuh ketidakpastian.

“Keputusan berat tersebut diambil dengan tujuan utama sebagai strategi sejalan mempertahankan kelangsungan bisnis dan perusahaan tetap terjaga, merampingkan operasi perusahaan, mengurangi pengeluaran dan merestrukturisasi organisasi di tengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, itu sebagai tindakan proaktif berdasarkan mitigasi, guna menjaga kelangsungan dimaksud, pada kondisi pendapatan yang sangat minimal.

“Karena terjadi pembatasan perjalanan dan penghentian sementara operasional penerbangan,” paparnya.

Selanjutnya Danang menjelaskan, sejak mulai beroperasi kembali yang dijalankan secara bertahap, Lion Air Group rata-rata mengoperasikan 10-15 persen dari kapasitas normal sebelumnya yakni antara 1.400-1.600 penerbangan per hari.

“Pada tahun ini, pandemi Covid-19 menjadikan industri penerbangan mati suri atau tidak beroperasi normal di jaringan domestik dan internasional. Sementara, biaya-biaya yang harus ditanggung tanpa beroperasi masih cukup besar, sehingga menimbulkan kesulitan yang sangat berat,” tuturnya

Lebih lanjut Danang mengungkapkan, Lion Air Group melakukan pembicaraan bersama mitra-mitra usaha serta melakukan pemotongan pengahasilan seluruh manajemen dan karyawan dengan nilai persentase bervariasi.

“Semakin besar penghasilan semakin besar nilai nominal potongannya. Kebijakan-kebijakan tersebut telah mulai dilaksanakan dan diterapkan tahun ini pada Maret, April, Mei, Juni sampai waktu yang belum ditentukan.

Tidak hanya itu, kata Danang, jika kelak kondisi perusahaan kembali pulih dan lebih baik secara bisnis, operasional serta pendapatan, maka karyawan yang tidak diperpanjang kontrak kerja akan diprioritaskan untuk memiliki kesempatan kembali bekerja di Lion Air Group.

“Untuk itu, Lion Air Group memberikan kesempatan kepada kurang lebih 2.600 orang (tenaga kerja) yang sebelumnya tidak diperpanjang masa kontrak kerja untuk dapat bekerja kembali, seiring dengan peningkatan operasional,” aku Danang.

Danang juga menyampaikan, Lion Air Group berterima kasih atas dukungan seluruh karyawan dan dari berbagai pihak hingga sampai saat ini masih beroperasi. Harapannya, pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga operasional dan layanan penerbangan normal kembali.

Lion Air Group masih terus memonitor, mengumpulkan data dan informasi, mempelajari situasi yang terjadi seiring mempersiapkan strategi dan langkah lainnya yang akan diambil guna tetap menjaga kelangsungan hidup perusahaan sekaligus menekan beban yang ditanggung selama pandemi Covid-19. (nur/dam)

Terkait