Maksimalkan Upaya Tekan Stunting, Pemkab Nunukan Tuntut Peran Aktif Seluruh OPD

Sekda Pemda Nunukan, Serfianus menggelar vicon bersama OPD lingkup Pemkab Ninukan di lantai 4 Kantor Bupati Nunukan, Selasa (30/6/2020).

STARNEWS.ID, NUNUKAN – Pandemi virus korona yang masih terus meneror tak lantas membuat Pemkab Nunukan lupa akan upaya menurunkan angka stunting pada pertumbuhan anak di wilayah setempat.

Berkenaan dengan hal itu, Pemkab Nunukan menggelar kegiatan virtual conference (Vicon) Stunting Kesehatan bersama Litbang Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) serta para camat, lurah dan kepala desa se-Kabupaten Nunukan, Selasa (30/6/2020) di Lantai VI Kantor Bupati Nunukan.

Bacaan Lainnya

Bupati Nunukan dalam hal ini melalui Sekda, Serfianus menyampaikan, percepatan penanganan stunting menjadi salah satu fokus program di bidang kesehatan maupun sektor lainnya.

Program terkait bertujuan untuk memaksimalkan upaya antisipasi kondisi gizi kronis yang mengakibatkan anak tumbuh dengan kondisi yang tidak maksimal.

Hal itu dianggap perlu menjadi perhatian bersama sesuai dengan program nasional yang akan menuntaskan persoalan stunting di seluruh Indonesia.

“Berdasarkan rembuk bersama kami coba petakan penangan stunting di Nunukan untuk tahun 2021. Karena visi pemerintah memprioritaskan dampak stanting dalam hal penanganan stunting, baik pusat maupun daerah,” kata Serfianus.

Menurut Serfianus, ada dua hal yang mendesak dilakukan terkait upaya penanganan stunting, khususnya di Nunukan.

“Pertama, kami mempersiapkan terpadunya program stunting yang melibatkan beberapa OPD terkait. Kedua, menyiapkan skema dana desa untuk mengatasi stuting diseluruh tingkatan desa,” terangnya

Serfianus juga berharap pertemuan rembuk stunting ini dapat menghasilkan komitmen bersama untuk percepatan penanganan dan penurunan stunting yang menjadi dasar gerakan penurunan stunting di Kabupaten Nunukan.

Untuk itu, perlu dilakukan integrasi program maupun kegiatan yang antar organisasi perangkat daerah (OPD), penanggung jawab layanan dan kesadaran partisipasi masyarakat sehingga penurunan stunting di Kabupaten Nunukan dapat terwujud secara perlahan.

“Ini merupakan tanggungjawab bersama, karena stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan badan anak, makanya kita harus dapat bersinergi, guna menghasilkan solusi-solusi yang konkrit dalam mengatasi masalah stunting,’’ Pungkasnya.

Untuk diketahui, stunting merupakan kondisi gagalnya pertumbuhan tubuh dan otak anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, perawakan anak lebih pendek dari anak seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Menurut laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, berdasarkan hitungan Aplikasi Percepatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e- PPGM) Nunukan angka stunting balita di tahun 2018 27 persen.

Kemudian tahun 2019, mengalami penurunan sebesar 25 persen dan ditahun 2020 on proses dengan presentase penurunan sebesar 22 persen. (arm/dam).

Terkait