Malaysia Deportasi 361 WNI

STARNEWS.ID, NUNUKAN — Pemerintah Malaysia tampak semakin memperketat pengawasan terhadap para pekerja dari luar. Termasuk yang berstatus warga negara Indonesia (WNI).

Bacaan Lainnya

Dikabarkan, ada 361 WNI yang sempat tinggal di Tawau, Malaysia mesti dipulangkan ke Indonesia. Di antara ratusan WNI tersebut, ada juga yang berstatus Pekerja Migran Indonesia Bermasalah ((PMI-B). Semuanya dipulangkan melalui Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Rabu (24/6/2020).

Detailnya, dari 361 WNI yang dipulangkan, sebanyak 227 orang yang sempat tertahan di Malaysia akibat terdampak Covid-19. Sedangkan untuk PMI-B, sebanyak 134 orang dari Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau melalui Nunukan, Kaltara.

Sementara 134 PMI-B tersebut, masin-masing yakni, 54 ilegal, 18 orang tinggal lebih masa, 57 orang kasus narkoba, 5 orang kasus lainnya.

Berdasarkan catatan Seksi Teknologi Informasi dan Informasi Keimigrasian, WNI dengan jenis laki-laki sebanyak 117 orang dan WNI jenis kelamin perempuan ada 14 orang. Juga ada tergolong anak-anak sebanyak 3 orang.

“Benar, 365 orang telah di deportase dari malaysia. Tapi yang lebih dulu tiba di pelabuhan Nunukan 227 orang yang tanpa kasus. Mereka hanya tertahan akibat Covid-19. Itu yang lebih dulu dipulangkan. Sedangkan 134 orang berstatus PMI-B kloter kedua,” ujar Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Nunukan, Lukie Reza Kusumah.

Terpisah, juru bicara (jubir) Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono turut mengatakan sudah datang sebanyak 227 orang. Seluruhnya telah menjalani rapid test. Mereka kembali ke Tanah Air dengan menggunakan KM Thalia.

“Kedatangan WNI dan PMI-B dari Tawau Malaysia pada hari ini semuanya merupakan asal Sulawesi, ada 227 WNI Kloter pertama sebagai status WNI, Sedangkan yang 134 orang juga telah tiba dengan status PMI-B,” jelasnya.

TKI yang dipulangkan ini telah dilakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang merupakan pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus.

Selain itu, tes PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit Covid-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus korona.

“Semua WNI yang akan dipulangkan tersebut hasil tes PCR nya Negatif,” tambah Jubir Percepatan Penanganan Covid- 19 Aris Suyono

Namun untuk kewaspaspadaan, kedatangan penumpang di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan tetap dilakukan skreaning yakni, skreaning Dokumen, skreaning Suhu dan Gejala laksana ISPA, Skreaning Surat Bebas COVID-19 (Bagi yang PCR).

“Setelah melalui berbagai skreaning yang ketat serta tidak ditemukan deportan yang reaktif pemeriksaan rapid tesnya. para TKI pada hari ini juga langsung diberangkatkan ke Provinsi Sulawesi Selatan menggunakan Kapal Thalia,”. Pungkas Aris. (arm)


Pos terkait