Massa GAM Desak Polda Sulsel Usut Oknum Polisi di Polres Bantaeng

Para aktivis GAM membawa spanduk dan berorasi di depan Polda Sulsel. (foto ist)

STARNEWS.ID, MAKASSAR – Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) kembali mendatangi Mapolda Sulsel, Kamis (28/11/2019) di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar. Mereka menuntut kasus kematian Sugianto yang diduga dianiaya oknum Polres Bantaeng, diusut Polda Sulsel.

GAM dalam aksi jilid II ini mendesak pihak Polda Sulsel untuk memproses Pidana Umum dan Peradilan Kode Etik dan Profesi bagi oknum Polres Bantaeng yang terlibat dalam kasus kematian almarhum Sugianto beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Dalam orasinya Anrias Adho selaku Jenderal Lapangan GAM, mengatakan pihak Polda Sulsel transparan, jujur dan profesional dalam mengungkap kasus ini. Karena peristiwa tersebut menyangkut hilangnya nyawa seseorang. Ini juga merupakan tindak pelanggaran UU. No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Melanggar Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian.

Aktivitis GAM saat berorasi menyuarakan tuntutan mereka agar ditanggapi Polda Sulsel. (foto ist)

Muh. Ilyas Jhon selaku Panglima Besar (Pangbes) GAM, menyatakan sikap bahwa mereka akan tetap mengawal kasus ini sampai tuntas dan sampai ke ranah proses Peradilan Umum dan akan kembali aksi di Jilid III pekan depan.

“Kasus ini kami duga melanggar PERKAP Nomor 1 tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindak kepolisian, Dan PERKAP No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi dan standar HAM dalam penyelenggaraan tugas Polri,”ungkap Pangbes GAM dalam orasinya.

Para aktivis GAM saat diterima pihak Polda Sulsel dan dijelaskan tindak lanjut dari tuntutan mahasiswa tersebut. (foto ist)

Sementara itu, IPDA Dasri selaku perwira pengawas (PA.Was) Propam Polda Sulsel saat menerima aspirasi di ruangan SPKT menjelaskan secara singkat bahwa sudah empat orang oknum Polres Bantaeng akan disidang kode etik dan Profesi oleh Propam pada Senin 2 Desember 2019 di Polres Bantaeng mendatang.

“Silahkan adik-adik mendatangi Polres Bantaeng untuk melihat langsung proses sidang kode etik dan Profesi tersebut,” kata perwira berpangkat satu balok ini.

Ditempat yang sama IPDA Yosef, Piket Reserse dan kriminal (Reskrim) mengatakan terkait pidana umumnya itu sementara proses lidik dan ditangani Reskrimum Polda Sulsel untuk mengumpulkan semua bukti-bukti.

Aksi ini berjalan damai dalam pengawalan pihak Polda Sulsel dan Polsek Biringkanayya Kota Makassar. (star1)


Pos terkait