Media Gathering Pertamina, Bersih-bersih Pantai Bara Hingga Snorkeling di Pulau Kambing

Suasana bersih-bersih Pantai Bara, Bulukumba dari peserta Media Gathering Pertamina MOR VII, Sabtu (14/11/2020). (foto ist)

STARNEWS.ID, BULUKUMBA – Pagi yang cerah di pesisir Bara, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, berkumpul peserta Media Gathering Pertamina MOR VII, Sabtu (14/11/2020). Kali ini diadakan Coastal Clean Up (CCU) atau bersih-bersih pantai berpasir putih tersebut dari sampah yang ditinggalkan wisatawan.

Diawali dengan sambutan Unit Manager Comm, Rel dan CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII, Laode Syarifuddin Mursali terkait kegiatan sosial tersebut. Begitupun dengan Kepala Desa (Kades) Bira, Murlawa menyambut baik bersih bersih pantai ini.

Bacaan Lainnya

Juga pihak Pertamina menyerahkan bantuan perlengkapan alat kebersihan berupa bak sampah dan sapu.

Beginilah suasana bersih-bersih pantai dari sampah yang ditinggalkan pengunjung. (foto ist)

Selanjutnya 41 peserta Media Gathering dari Media Cetak, Elektronik dan Online ini menyebar untuk membersihkan pantai dari sampah hingga bersih.

Bahkan beberapa pengunjung yang memadati lokasi wisata ini, ikut membantu dengan memungut sampai di sekitarnya. Nah, untuk menjaga terus kebersihan pantai, nantinya sejumlah peralatan kebersihan tersebut, akan diletakkan di sejumlah titik di pantai Bara agar pengunjung bisa membuang sampah pada tempatnya.

“Kami dari Pertamina juga merasa bertanggungjawab terhadap kebersihan lokasi wisata ini, sehingga diharapkan bantuan tersebut digunakan sebaik-baiknya untuk kebersihan Pantai Bara,” harap Laode.

Sejumlah wisatawan ikut terlibat dalam mengumpulkan sampah dalam Media Gathering. (foto ist)

Karena menurutnya, Pertamina tidak hanya fokus mengurus BBM tapi juga punya tanggung jawab sosial seperti menjaga kelestarian lingkungan. Dan ini sudah dibuktikan melalui program CSR untuk membantu kelangsungan hidup flora dan fauna.

Sementara Kades Marlawa mengucapkan terimakasih terhadap kepedulian Pertamina terhadap lingkungan yang dipimpinnya. Dimana desa tersebut memiliki luas 167 ribu meter persegi yang terbagi dalam empat dusun.

Snorkeling Pulau Kambing

Usai bersih-bersih pantai, agenda berikutnya eksplore Pulau Kambing, yang ditempuh sekitar setengah jam dari bibir pantai Bara. Mengendarai beberapa speed boat, peserta bergerak menuju Pulau Kambing. Meski dihadang dengan ombak, tetapi tidak menyurutkan semangat untuk menggapai pulau tersebut.

Beberapa peserta harus melawan rasa takut di atas speed boad yang naik turun, mengikuti irama gelombang yang menghantam. Namun semuanya bernafas lega, ketika tiba di tebing pulau tak berpenghuni tersebut.

Kejernihan air Pulau Kambing menjadi daya tarik untuk snorkeling melihat biota laut. (foto ist)

Kejernihan air di pulau ini, tak disia-siakan peserta untuk melakukan snorkeling. Bahkan dengan mata biasa, terlihat beberapa fauna laut menari-nari di antara karang yang masih terawat.

Keindahan biota laut pulau terluar Bulukumba ini, membuat beberapa awak media keasyikan menikmatinya. Namun tidak ada pesta yang tak berakhir, dan semuanya bergegas untuk kembali ke Same Resort, lokasi menginap berada di Bulukumba.

Suasana snorkeling di Pulau Kambing dengan melihat langsung keindahan alam bawah laut. (foto ist)

Yah, sejak dulu Bumi Panrita Lopi memang terkenal dengan lokasi wisatanya yang elok dan menawan. Mulai dari pembuatan Perahu Phinisi yang terkenal hingga ke manca negara sampai sekarang. Bahkan Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemkab Bulukumba terus berbenah menjadi Bulukumba jadi Wisata Dunia. (*/uba)

Pos terkait