Menarik Ditunggu, Toraja in Love Masuki Pasca Produksi

STARNEWS.ID, MAKASSAR – Toraja in Love, inilah film lokal yang mengangkat panorama wisata Tana Toraja, yang dibumbuhi kisah asmara yang mengharu biru. Kini film produksi Batara Cinema ini, telah merampungkan proses syuting dan telah memasuki pasca produksi.

Film berlatar wisata Toraja ini, mengisahkan dua orang Willy dan sahabat bule-nya. Mereka berteman karena punya hobbi yang sama, yakni melukis. Dan, sama sama pencinta kopi.
Sayangnya persahabatan mereka renggang, disebabkan kekasih Willy direbut sahabat bule-nya dan akhirnya menikah. Namun beberapa tahun kemudian, anak-anak mereka bertemu dan menjalin asmara.

Bacaan Lainnya

Nah, disinilah terjadi konflik antara mereka. Dan, tentu saja, kejutan kejutan akan terjadi dari alur cerita yang disutradarai Wandy Daeng Kulle. Bagi yang penasaran dengan cerita kisah cinta, yang menyajikan suasana alam Tana Toraja menarik untuk ditonton.

Selain menampilkan keindahan alam Tana Toraja, juga sarat dengan suguhan budaya leluhur Toraja, yang masih terjaga sampai sekarang. Inilah kekuatan film ini, ditambah lagi sejumlah pemain senior ikut bermain.

“Kami rasa film layak ditunggu dan sangat menarik alur ceritanya. Begitupun konflik yang dibangun sehingga penonton bisa terbawa,” ungkap Syahriar Tato, pemeran Willy Tua dalam Toraja in Love.

Beberapa tokoh masyarakat setempat ikut bermain diantaranya Bupati Toraja Utara, dan Wakil Bupati Toraja. Ini juga menjadi penarik film ini, karena memberdayakan warga setempat dan pemimpinnya.

Bagi Syahriar Tato, yang telah membintangi puluhan judul film, kalau dalam sebuah produksi film yang dijual itu, alur cerita yang menarik, pemain yang membintangi dan sutradaranya.

“Iya, film yang baik dan digemari itu, bila alur cerita menarik, pemainnya punya penggemar yang banyak dan sutradaranya jempolan,”ungkapnya.

Karena itu, diharapkan dengan rampungnya produksi Toraja in Love, dan diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif hiburan budaya yang ditunggu. Sebab selama ini, menurut Syahriar, lebih banyak cerita berlatar budaya Bugis dan Makassar.

Rencananya film ini, akan tayang tahun 2020, namun karena masih masa pandemi Covid-19 sehingga dipastikan molor. Meski begitu, pihak manajemen Batara Cinema, terus berpromosi melalui sosial media dan media massa.

Syahriar menambahkan proses syuting yang berlokasi di Toraja, Benteng Somba Opu dan Barombong kisaran sebulan. Diperkirakan pasca produksi sekitar dua bulan, untuk selanjutnya diserahkan ke Lembaga Sensor Film (LSF), dan Bioskop XXI. (uba)

Pos terkait