Nakes di Bantaeng Positif Covid-19, Tracing Kontak Digencarkan

Bupati Bantaeng, Ilham Azikin

STARNEWS.ID, BANTAENG — Angka terindikasi mengidap Covid 19 di Bantaeng masih bertambah. Bahkan, sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) pun ikut tertular.

Bacaan Lainnya

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Bantaeng, DR Ilham Azikin mengatakan, dari tiga kasus positif korona yang ditangani di RSUD Bantaeng, juga melakukan Swab test sebanyak 81 tenaga kesehatan. Dari jumlah itu sekitar 12 persen tenaga kesehatan dinyatakan positif korona.

“Tetapi kami belum bisa menyebut angka pastinya karena kami menunggu angka register dari tim gugus tugas provinsi dan pusat,” jelas dia.

Ilham mengatakan, pihaknya masih menunggu registrasi dari tim gugus pusat denga tujuan untuk mempermudah proses pendataan. Selain itu, proses rilis juga harus sesuai petunjuk dari tim gugus pusat berupa angka registrasi pasien.

Ia mengajak kepada semua warga dan pasien di RSUD Bantaeng untuk senantiasa jujur kepada tenaga kesehatan. “Kejujuran pasien juga adalah keselamatan untuk nakes kita,” jelas dia.

Sebagai Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin pun memerintahkan kepada semua tim gugus tugas untuk bekerja cepat menangani kasus ini.

Ia juga memastikan, kebijakan anggaran untuk penanganan Covid-19 ini telah mendapat dukungan dari parlemen. Serapan anggaran Covid yang masih rendah selama ini itu juga terkait dengan kondisi Bantaeng yang masih berada pada zona hijau.

“Sampai siang ini, kita masih berada di zona hijau berdasarkan keterangan tim gugus provinsi. Tindakan yang selama ini kita lakukan adalah tindakan pencegahan,” jelas dia.

Direktur RSUD Bantaeng, dr Sultan juga membantah pihaknya kecolongan sehingga ada tenaga kesehatan yang terpapar Corona.

Menurut dia, pada dasarnya kebutuhan APD untuk nakes di Bantaeng itu jauh lebih dari cukup. Bahkan dia menyebut APD yang digunakan nakes di Bantaeng itu adalah APD dengan tingkat keamanan level lima. “Kalau standarnya APD itu level tiga,” jelas dia.

Diakui, saat ini RSUD Bantaeng masih menjadi rumah sakit yang diandalkan untuk wilayah selatan Sulsel. Oleh karena itu, keberadaan rumah sakit ini akan menjadi rujukan untuk warga tetangga dari luar Bantaeng.

“Pasien yang datang ke RS kita ada dari luar Bantaeng. Kita sangat harapkan kejujuran kita semua,” jelas dia.

Ia menambahkan, terpaparnya nakes di Bantaeng sangat erat kaitannya dengan kejujuran pasien. Tindakan yang diambil oleh Nakes tentu sangat erat kaitannya dengan keterangan yang disampaikan oleh pasien.

“Oleh karena itu, kami sangat berharap kesadaran semua pihak untuk memberikan keterangan yang jujur terhadap pasien,” jelas dia.

Dokter yang menangani Covid-19 di Bantaeng, dr Saharuddib menambahkan, pada dasarnya, Covid-19 adalah virus baru yang belum diketahui pasti upaya yang perlu dilakukan.

Oleh karena itu, keterangan pasien adalah salah satu langkah awal untuk menentukan tindakan medis terhadap pasien.

Juru bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantaeng, dr Andi Ihsan mengatakan, proses tracing kontak terus dilakukan untuk mengecek semua warga yang teridentifikasi.

Ia berharap, semua warga yang terkena kontak erat untuk ikut membantu tenaga kesehatan untuk memberikan keterangan yang akurat.

“Ini juga terkait dengan kesadaran kita semua untuk ikut saling menjaga dan melindungi,” kata dia.

Andi Ihsan juga menambahkan, pihak tidak memiliki niat untuk menyembunyikan informasi. Menurutnya, hal itu dilakukan sesuai dengan petunjuk tim gugus pusat.

“Mohon maaf kami sedikit telat memberikan informasi. Bukan karena kami ingin sembunyikan, tetapi karena kami menunggu konfirmasi dan registrasi tim gugus pusat,” jelas dia.

Andi Ihsan menambahkan, sejauh ini, tracing kontak telah dilakukan sebanyak 81 orang untuk nakes di RSUD. Selain itu, juga telah dilakukan tracing kontak untuk keluarga pasien sebanyak 25 orang.

“Tim gugus tugas juga melakukan tracing kontak untuk 30 nakes di puskesmas kota. Hari ini kita swab test, karena peralatan swab baru tersedia hari ini,” jelas dia. (din/dam)

Terkait