Ngaku Kenal Pejabat Kodam, Pelaku Penipuan Catam Tilep Rp150 Juta

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan menginterogasi NH, pelaku penipuan calon tamtama dihadapan awak media, di Polsek Somba Opu, Kamis (27/5/2021). (Foto : Humas Polsek Somba Opu)

STARNEWS,GOWA—- Ibarat jatuh tertimpa tangga pula. Pameo ini cocok disematkan kepada SR.

Bagaimana tidak. Harapan anaknya bisa menjadi tentara punah. Warga Kecamatan Bungaya ini pun harus kehilangan uang ratusan juta lantaran menjadi korban penipuan.

Bacaan Lainnya

Pelaku penipuan adalah NH (45). Pelaku sudah diamankan aparat kepolisian. Kronologis penipuan yang dialami SR bermula saat dirinya dan menantunya mendatangi rumah NH, Desember 2020 lalu.

Dihadapan NH, SR menangis karena anaknya tidak lulus seleksi Calon Tamtama (Catam) TNI AD. Melihat kesedihan SR, NH lalu menawarkan bisa membantu.

Untuk lebih meyakinkan SR, NH pun mengaku mengenal pejabat Kodam XIV Hasanuddin yang bisa meluluskan calon tamtama.

Namun ternyata semua itu hanya modus untuk menipu. Total Rp150 juta uang SR dia tilep. Alasannya uang itu dipakai pengurusan. Tapi nyatanya tidak. Hanya digunakan untuk berfoya-foya.

“Korban menyerahkan uang kepada NH secara bertahap. Pertama Rp20 juta sebagai tanda jadi. Totalnya keseluruhan Rp150 juta,” ujar Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan saat menggelar jumpa pers dengan awak media didampingi Kanit Reskrim Polsek Somba Opu, IPDA Irham kantor Polsek Somba Opu, Kamis (27/5/2021).

Tambunan membeberkan, SR baru sadar tertipu setelah anaknya kembali tidak lulus masuk Catam. Ia pun langsung melapor ke polisi.

NH akhirnya berhasil diringkus petugas di kediaman isteri ke-empatnya di Soppeng, Jumat (21/5/2021) sekitar Pukul 20.00 WITA malam.

“Hasil interogasi petugas kepada NH, uang korban digunakan berfoya-foya. Sebagian lagi dipakai biaya menikahi isteri baru di Morowali,” beber Tambunan.

Kanit Reskrim Polsek Somba Opu, Ipda Arham menambahkan, aksi penipuan yang dilakukan pelaku, masih terus didalami. Termasuk terkait penggunaan uang yang ditipunya.

Arham juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan baik menjadi anggota TNI, Polri maupun ASN. Sebaiknya para calon harus percaya diri dengan kemampuan masing-masing.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” pungkas Arham.(rus)


Pos terkait