Nurdin Abdullah Perkuat Kolaborasi Antar Daerah demi Memacu Perekonomian

Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah menggelar video conference dalam Rapat Koordinasi Wilayah TPID Sulampua, Kamis (25/6/2020).

STARNEWS.ID, MAKASSAR — Tugas ekstra mesti dijalankan Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah di tengah pandemi Covid 19 saat ini. Yakni, menjaga stabilitas ekonomi.

Olehnya itu, melalui video conference dalam Rapat Koordinasi Wilayah Tim Penanggualangan Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) Nurdin Abdullah menyatakan, ia mesti memaksimalkan kolaborasi antar daerah.

“Kita perlukan kolaborasi antar daerah yang lebih kuat lagi, gotong royong antar daerah dalam mengembangkan ekonomi regional,” kata Nurdin Abdullah melalui vidcon yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis (25/6/2020)

Kolaborasi itu, kata mantan bupati selama dua periode di Bantaeng tersebut, dilakukan dengan cara meningkatkan produksi untuk mendukung kemandirian pangan regional.

Juga membangun infrastruktur guna menjamin kelancaran distribusi dan pemanfaatan teknologi untuk peningkatan produk unggulan daerah, serta peningkatan kapasitas ekspor.

“Dengan melihat aspek terkait, berupa perbedaan karakteristik dan perbedaan sumber daya alam, daerah surplus dan defisit, serta disparitas harga,” ujarnya.

Nurdin pu berharap, rapat koordinasi TPID wilayah Sulampua tersebut terus berlanjut untuk mendiskusikan kesamaan isu, kebutuhan visi dan komitmen yang kuat dari masing-masing daerah.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Bambang Kusmiarso memprediksi, inflasi sepanjang tahun 2020 relatif terkendali.

“Kami memperkirakan inflasi untuk tahun 2020 tetap terkendali dan berada pada interval sasaran inflasi yang ditetapkan,” jelas Bambang.

Ia menyebutkan, inflasi untuk wilayah Sulampua berada di bawah rentang inflasi nasional sebesar 3,0 persen, plus minus 1 persen dengan inflasi terendah berada di wilayah Sulawesi Tenggara.

Namun kondisi pandemi memerlukan perhatian khusus, terutama jika terjadi kelangkaan pasokan. Hal itu diperkirakan dapat mendorong peningkatan tekanan inflasi di beberapa daerah.

Senada dengan Nurdin Abdullah, Bambang juga menyebutkan, kerja sama antar daerah Sulampua merupakan solusi pengendalian inflasi yang tepat dan perlu diintensifkan.

“Masih tingginya ketergantungan terhadap daerah lain menjadi salah satu faktor penyebab permasalahan yang sama. Sehingga untuk jangka pendek, solusi kerjasama antar daerah, antara daerah surplus-defisit dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi mekanisme perdagangan,” pungkasnya. (nur/dan)

Terkait