Paham Karakteristik Majene, AST-Aris Dinilai Layak Jadi Pemimpin

STARNEWS.ID, MAJENE — Arus dukungan kepada pasangan AST-Aris semakin deras mengalir. Kali ini datangnya dari Masyarakat diaspora (perantau) Majene. Melalui zoom meeting, to Majene, yang ada diperantauan menyepakati dan menyerukan untuk mendukung pasangan AST-Aris.

Pertemuan jarak jauh itu dihadiri oleh masyarakat diaspora Majene yang ada di Mamuju, Makassar, Palu, Kalimantan, Jogja, Surabaya, Jakarta, Malaysia, bahkan ada yang dari Mesir.

Dalam pertemuan itu, Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S2 pada salah satu perguruan tinggi di Mesir, Raodah yang kakeknya berdarah Pamboang dan Neneknya dari Tubo, mengemukakan sejumlah alasan obyektif dan rasional sehingga AST-Aris layak dipilih.

Yakni, seorang pemimpin itu harus mengenal baik karakteristik wilayah dan karakteristik masyarakatnya. Ini sangat penting dalam merumuskan sebuah kebijakan.

Misal, perencanaan pembangunan yang akan dilaksanakan di Popenga, Pangaleroang atau Coci. AST-Aris sudah dapat membayangkan lokasinya. meskipun belum melihat secara langsung.

Sebab, mereka sudah mengenal tempat itu belasan bahkan puluhan tahun lalu. Tentu paham dengan karakteristik wilayah berdasarkan demografi dan geografisnya dibandingkan beda dengan calon lain. Hal itu bisa membuat kebijakan lahir lebih cepat.

Selain itu, AST Aris tentu lebih mengenal karakteristik to baruga yang religius, to tande yang giat bekerja dan disiplin, to sendana yang ramah, to pamboang yang berjiwa seni, to malunda-ulumanda yang cerdas, dan sebagainya.

Hal lain, adanya banyak kesamaan tentu akan memudahkan pelayanan. Dari disipilin ilmu apapun, faktor adanya kesamaan akan lebih memberi dampak yang lebih baik.

Contoh, kesamaan bahasa, dalam menyampaikan aspirasi, terkadang masyarakat terhambat hanya karena persoalan bahasa, mereka minder untuk menyampaikan dalam bahasa indonesia, karena bahasa keseharian mereka adalah bahasa Mandar. Kepada AST-Aris, bahasa mandar dalam dialek apapun pasti akan dimengerti.

Pertimbangan lain, pemimpin seharusnya punya kemampuan manajerial dan pengetahuan birokrasi pemerintahan. Pasangan AST-Aris adalah pasangan yang komplet.

Kemampuan beretorika penting, tapi jauh lebih penting bahkan sangat penting adalah kemampuan manajerial, AST yang sudah malang melintang menduduki posisi sebagai kepala dinas, bahkan terakhir sebagai sekda.

Sementara, Arismunadar yang berlatar pendidik dari IPDN, paham dengan seluk beluk birokrasi pemerintahan terkecil sampai kepada tertinggi. Perpaduan 2 tokoh tersebut akan saling menguatkan, dan akan menemukan gaya kepemimpinan yang tepat untuk membawa perubahan Majene ke arah yang lebih baik. (*/dam)


Pos terkait