Pansel Cakadus akan Perkarakan Kades Berutallasa

Pansel Cakadus Desa Berutallassa, Kecamatan Biringbulu, Gowa saat menerima berkas cakadus beberapa waktu lalu. (Foto : Rusli Haisarni)

STARNEWS.ID,BIRINGBULU— Kisruh penjaringan Calon Kepala Dusun (Cakadus) Desa Berutallasa, Kecamatan Biringbulu, Gowa terus menggelinding. Hingga saat ini, Kades Berutallasa, Arifin belum menindaklanjuti hasil rapat pleno panitia seleksi (Pansel) Cakadus.

Ia tetap bersikukuh tidak memberikan rekomendasi kepada cakadus yang dinyatakan lolos oleh pansel. Ini membuat pihak pansel cakadus gerah.

Bacaan Lainnya

Anggota pansel cakadus Desa Berutallasa, Abd Kadir menyatakan, sikap kades tersebut menimbulkan kegaduhan di tengah warga.

“Potensi konflik akan terjadi jika Kades Berutallasa tidak segera memberikan rekomendasi,” ujar Abd Kadir kepada wartawan Minggu (16/5/2021).

Pihaknya pun berencana melakukan langkah-langkah hukum atas sikap Kades Berutallasa itu. Pihak pansel, kata Kadir akan memperkarakan Kades Berutallasa.

“Kami pihak pansel akan memperkarakan Kades Berutallasa,” ucapnya.

Seharusnya, lanjut Kadir, Kades Berutallasa belajar pada pengalaman lima tahun lalu. Kala itu, nyaris terjadi pertumpahan darah sesama warga Berutallasa, juga karena persoalan serupa. Bahkan kantor desa sempat disegel, karena kades yang menjabat saat itu menahan rekomendasi cakadus yang lolos penjaringan.

“Ini yang kita tidak harapkan. Jangan sampai terjadi lagi penutupan kantor desa Berutallasa karena ulah kadesnya sendiri. Oleh karena itu, kami berharap kepala desa segera mendaklanjuti hasil pleno pansel,” harapnya.

Lebih jauh, Kadir menerangkan bahwa hasil pleno pansel itu sudah berjalan sesuai aturan dan mekanisme. Karena itu, pansel cakadus siap bertanggung jawab.

“Nilai hasil tes tertulis dan wawancara cakadus tidak ada yang kami kurangi ataupun kami tambah. Apa yang pansel jalankan sudah sesuai Permendagri, Perda maupun Perbup. Begitupun dalam SK sangat jelas bahwa hasil penjaringan cakadus ini merupakan kewenangan penuh pansel. Bukan ranahnya kades. Makanya jika ada cakadus yang keberatan silahkan gugat ke PTUN,” tegasnya.

Sirajuddin salah satu cakadus yang lulus seleksi dengan nilai tertinggi sangat berharap agar kades dan camat bersinergi untuk menerbitkan SK kepada 4 orang cakadus sesuai hasil pleno pansel.

“Jangan rampas hasil demokrasi dengan cara-cara tidak beretika. Karena kami juga tidak akan tinggal diam,” ujar Sirajuddin geram.

Kades Berutallasa, Arifin masih memilih bungkam dengan masalah ini. Ia sengaja tak menjawab panggilan teleponnya saat dihubungi. (rus)


Pos terkait