Pansel Sebut SK Cakadus yang Diterbitkan Kades Berutallasa Ilegal

Pansel Cakadus Desa Berutallasa, Kecamatan Biringbulu, Gowa saat menemui Kepala Dinas PMD Gowa, Muh Asrul, Selasa (25/5/2021).(Foto : Rusli Haisarni)

STARNEWS.ID,BIRINGBULU—-Kisruh penjaringan Cakadus Berutallasa, Kecamatan Biringbulu, Gowa bakal berbuntut panjang.

Kecurigaan bahwa Kades Berutallasa, Arifin akan mengubah keputusan rapat pleno pansel terbukti.

Bacaan Lainnya

Kades Berutallasa, Arifin telah menerbitkan Surat Keputusan bagi cakadus yang mengikuti seleksi. Namun pihak pansel keberatan dengan SK tersebut.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Berutallasa dengan nomor 020 tahun 2021 periode 2021-2022 Tentang Pemberhentian Perangkat Desa, Arifin mencantumkan nama Muh Kasim sebagai cakadus Bungasunggu.

Padahal hasil rapat pleno pansel, Muh Kasim dinyatakan tidak lolos penjaringan. Dalam hasil rapat pleno Muh Kasim berada di urutan kedua dengan nilai 93,5. Kasim kalah dari Sirajuddin yang meraih nilai tertinggi 106,8.

“Kita sangat keberatan dengan SK cakadus yang diterbitkan Kades Berutallasa. Kita anggap itu SK ilegal,” ujar Sekretaris pansel cakadus Desa Berutallasa, Muh Rais di ruang kerja Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gowa, Muh Asrul, Selasa (25/5/2021).

Kata Rais, Kades Berutallasa, Arifin telah melanggar aturan dengan menerbitkan SK bagi cakadus yang tidak lolos seleksi penjaringan. Karena itu, pihaknya dalam waktu secepatnya akan memperkarakan Kades Berutallasa ke pihak Inspektorat dan kepolisian.

“Asal tahu saja, Kades Berutallasa telah melabrak aturan. Baik itu Peraturan Bupati (Perbup) Gowa No 21 thn 2016 dan Permendagri No 67 thn 2017. Makanya pansel tidak akan membiarkan ini. Secepatnya kami melaporkan hal ini ke Inspektorat dan aparat kepolisian,” ucap Rais.

Lebih jauh Rais menyebutkan, berdasarkan hasil pleno pihak pansel tertanggal 27 April 2021, cakadus yang dinyatakan lolos seleksi yakni Muh Sirajuddin (Cakadus Bunga sunggu) dengan nilai 106.8. Kemudian Hendrawan (Cakadus Sangrangan) dengan nilai 106.5. Mahmuddin (Cakadus Binaarung) nilai 101.5 dan Randi (Cakadus Karamasa) nilai 84.00.

Anggota pansel, Muh Yahya menyatakan keputusan Kades Berutallasa menerbitkan SK bagi cakadus yang tidak lolos seleksi penjaringan sama saja bentuk pelecehan terhadap pansel.

Tindakan Kades Berutallasa itu juga akan memicu konflik di tengah warga Desa Berutallasa. “Ini sama saja pelecehan. Mengapa bentuk pansus kalau toh tidak dihargai,” ketusnya.

Pihak pansel pun, lanjut Yahya akan mempertahankan hasil rapat pleno. “Saya dan teman-teman di pansel telah sepakat mempertahankan hasil rapat pleno. Apapun yang terjadi,” tegasnya.

Terpisah, Muh Sirajuddin, Cakadus Bunga sunggu yang dinyatakan lulus dengan nilai tertinggi berdasarkan hasil pleno pansel menyatakan segera melaporkan Kades Berutallasa ke aparat berwajib.

“Kalau memang Kades menerbitkan SK tidak sesuai hasil pleno pansel, maka dari awal saya katakan bahwa akan kuperhadapkan hukum. Tunggu saja, secepatnya saya melapor ke aparat kepolisian. Tidak ada ampun,” ucap Muh Sirajuddin dengan nada tinggi.

Kepala PMD Kabupaten Gowa, Muh Asrul mengatakan SK yang terlanjur dibuat oleh Kepala Desa Berutallasa hanya bisa dibatalkan oleh pihak Inspektorat Gowa. Sebaliknya camat maupun PMD tidak punya kewenangan.

Karena itu, Asrul mempersilahkan kepada pihak yang merasa dirugikan oleh SK Kades Berutallasa untuk melapor ke pihak Inspektorat.

“Silahkan melapor ke Inspektorat jika dirugikan. Nanti Inspektorat yang punya kewenangan melakukan pemeriksaan. Termasuk berwenang membatalkan SK Cakadus yang diterbitkan Kades Berutallasa jika memang tidak sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,” tandas Asrul.(rus)


Pos terkait