Peduli Pengungsi Terdampak Gempa Sulbar, Dinsos Sulsel Siapkan Sarana Penampungan

Para pengungsi terdampak gempa di Sulbar tiba di Lanud Hasanuddin Makassar, Selasa (19/1/2021)

STARNEWS.ID, MAKASSAR — Sejumlah warga yang terdampak gempa magnitudo 6,2 Sulbar memilih mengungsi ke luar. Bahkan ke sebagian daerah di Sulsel.

Menunjukkan kepedulian kepada pihak yang tertimpa cobaan, khususnya dari Mamuju dan Majene tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Sulsel pun menyiapkan sarana penampungan. Di antaranya, di area Kantor UPT Inang Matutu di Jl Tamalate 1 Makassar.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Kabid Linjamsos) Dinsos Sulsel, Abdul Herman Saleh menuturkan, pihaknya juga berupaya menyiapkan segala fasilitas yang dibutuhkan masyarakat pengungsi yang terdampak gempa.

Kabid Linjamsos Dinsos Sulsel, Abdul Herman Saleh

“Kita melakukan asesment, kebutuhan dasarnya apa yang dibutuhkan para pengungsi. Kemudian kita tempatkan tadinya di Kantor Dinas Sosial, tapi karena bertambah, kita pindahkan ke sini (UPT Inang Matutu) dengan fasilitas yang memadai,” katanya, Selasa (19/1/2021).

Dinsos Sulsel juga tengah menyiapkan beberapa lokasi untuk dijadikan posko penampungan buat para pengungsi asal Sulbar. Herman menyampaikan, akan datang lagi 100 pengungsi dan akan dijemput langsung oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

“Insyaallah Pak Gubernur ( Nurdin Abdullah) sendiri yang jemput ki. Dan setelah itu ditempatkan di Asrama Haji Sudiang,” tutur Herman.

Dibeberkan, akumulasi data terbaru pengungsi asal Sulbar yaitu, 19 Kartu keluarga (KK). Detilnya, 47 laki-laki, 51 perempuan, 11 balita, 12 anak-anak, 17 remaja dan lansia 1 orang.

Demi memaksimalkan pelayanan buat para pengungsi tersebut, Dinsos Sulsel juga dibantu tim Pekerja Sosial (Peksos). Terutama untuk memdampingi anak-anak dan orang tua.

“Kita dibantu tim Peksos agar anak-anak di sini bisa bermain dan melupakan kejadian yang ada di Mamuju dan di Majene, tutur Herman.

Herman menyampaikan untuk sementara ini dinas sosial mengunkanan anggaran yang sesuai untuk penanggulangan.

Ia pun menjelaskan, para pengungsi itu sebelumnya mesti melalui tes Covid-19 terlebih dulu sebelum diterbangkan ke Makassar.

“Lalu disiapkan protokol kesehatan, seperti masker, handsenitizer dan sabun serta peralatan lainnya,” jelas Herman.

“Saudara-saudara kita ini datang ke Makassar untuk mengamankan dirinya, dan kemudian akan kembali. Sulbar kan saudara kita. Apa yang mereka rasa, tentu juga kita rasakan,” imbuhnya. (fan)


Pos terkait