Pekan Depan, 167 Desa dan Kelurahan di Gowa Berlakukan Pembatasan

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan memberi arahan dalam rapat koordinasi penerapan kebijakan PPKM Mikro dan pembentukan posko penanganan Covid-19 di baruga karaeng Galesong, kantor bupati Gowa, Rabu (17/2/2021). (Foto : Humas Pemkab Gowa) (foto ist)

STARNEWS.ID,GOWA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro akan segera diterapkan dalam menekan penularan Covid-19. Rencananya, kebijakan ini mulai diberlakukan, Senin (22/2/2021) pekan depan.

Semua daerah sudah melakukan persiapan. Termasuk Kabupaten Gowa. PPKM mikro ini akan diberlakukan di 167 desa dan kelurahan yang ada.

Bacaan Lainnya

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, PPKM mikro ini untuk menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021.

Dalam instuksi tersebut, semua desa diwajibkan kembali membentuk posko pengendalian Covid-19.

“Saya minta ini segera ditindaklanjuti mulai dari sekarang. Minggu ini harus rampung sehingga Senin pekan depan semuanya sudah melakukan PPKM di wilayah masing-masing,” imbau Adnan saat memimpin Rapat Koordinasi Tindaklanjut Inmendagri Nomor 3 Tahun 2021 di Baruga Karaeng Galesong Kantor Bupati Gowa, Rabu (17/2/2021).

Adnan menyebutkan, PPKM Mikro bisa diterapkan hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT)/Rukun Wilayah (RW) yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

Tak hanya itu, setiap desa juga dapat menambahkan prioritas wilayah pembatasan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah dengan memperhatikan cakupan pemberlakuan pembatasan.

“Bapak ibu melakukan identifikasi cermati di wilayah masing-masing. Dimana risiko penularan tertinggi. Maka itu yang dilakukan pembatasan. Sehingga daerah yang lain bisa tetap melakukan aktivitas seperti biasa agar ekonomi tetap jalan dan tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan,” harap Bupati Adnan.

Lanjut Adnan, dirinya meminta agar posko penanganan Covid-19 dan Kampung Rewako yang sudah dibentuk setiap desa dan kelurahan di awal pandemi Covid-19 untuk diberdayakan kembali.

Menurutnya, dalam pembentukan posko ini, pemerintah desa diminta untuk membentuk empat tim yang terdiri dari Tim Pencegahan, Penanganan, Pembinaan dan Tim Pendukung.

Tim ini melibatkan seluruh unsur seperti pemerintah desa/lurah, ketua RT/RW, kepala desa/lurah, satlinmas, babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, TP PKK, posyandu, dasawisma, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, penyuluh, pendamping, tenaga kesehatan, dan Karang Taruna serta relawan lainnya.

Setiap tim, mempunyai tugas masing-masing, seperti Tim Pencegahan melakukan pendataan terhadap warga yang menjadi suspek, terkonfirmasi Covid-19, orang lanjut usia dan masyarakat yang keluar masuk desa, melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan.

Kemudian melakukan sterilisasi fasilitas umum dan fasilitas sosial di wilayah desa secara berkala dan menyediakan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, disinfektan serta tempat sampah medis dan non medis di setiap tempat fasilitas umum dan Posko Desa.

Adapun pembiayaan kebijakan PPKM Mikro dibebankan melalui refocusing Anggaran Dana Desa dan kelurahan sebanyak 8 persen sesuai dengan petunjuk Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

“Kalau PPKM Skala Mikro ini berhasil, saya yakin dan percaya Insya Allah Covid-19 ini berakhir. Apalagi saat ini beriringan dengan vaksinasi yang sementara berjalan,” tutupnya. (rus)


Pos terkait