Pekerjaan Perbaikan Poros Bu’rung-Bu’rung Disetop, Warga : Ada Apa?

Kondisi drainase sebagai bagian dari pekerjaan perbaikan Poros Bu'rung-Bu'rung, Kecamatan Pattallassang, Gowa, yang sudah digali oleh pihak kontraktor diabadikan, Sabtu (27/3/2021). Pekerjaan Poros Bu'rung-Bu'rung mendadak berhenti.(Foto : Ist)

STARNEWS.ID,GOWA— Proyek perbaikan infrastruktur jalan di Sulsel kacau-balau. Beberapa pekerjaan ruas jalan tiba-tiba disetop.

Perbaikan Poros Bu’rung-Bu’rung, Kecamatan Pattallassang, Gowa contohnya. Sudah hampir dua pekan, pekerjaan perbaikan berhenti. Tak ada lagi kegiatan di lapangan. Begitu juga alat berat milik kontraktor. Tak kelihatan lagi di lokasi.

Bacaan Lainnya

Warga setempat pun bereaksi. Mereka mempertanyakan apa alasan sehingga pekerjaan Poros Bu’rung-Bu’rung disetop.

“Satu Minggu lebihmi ini berhenti. Alat berat milik kontraktor semuanya tidak Adami di lokasi. Ada apa?,” ujar Dg Nompo, warga Dusun Sawagi, Desa Pattallassang, Sabtu (27/3/2021).

Ia mengungkapkan, berhentinya pekerjaan menimbulkan keresahan. Dampak pekerjaan merugikan warga dan pengguna jalan.

Terutama pekerjaan drainase di depan rumah warga yang sudah terlanjur digali. Selain menghalangi aktivitas, juga sangat membahayakan.

“Drainase yang sudah digali kalau dibiarkan begitu berpotensi membahayakan. Material galiannya juga menghalangi aktivitas warga yang ingin keluar rumah. Begitupun pengguna jalan,” ketus warga Sawagi lainnya, Dg Tinri.

Tokoh masyarakat Kecamatan Pattallassang, Nurdin Daeng Bundu ikut geram dengan berhentinya pekerjaan perbaikan Poros Bu’rung-Bu’rung. Ia mengaku telah menanyakan hal itu ke pihak kontraktor.

“Informasi dari kontraktor anggaran pekerjaan tidak dibayarkan. Jika seperti ini, lebih baik akses Poros Bu’rung-Bu’rung ditutup saja,” ucapnya.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel sendiri terkesan lepas tangan dengan masalah ini. Plt Bidang Bina Marga Dinas PUTR Sulsel, Andi Sahwan yang dikonfirmasi mengaku tidak tahu-menahu alasan pekerjaan Poros Bu’rung-Bu’rung berhenti.

“Saya tidak tahu bagaimana jalan ceritanya. Coba hubungi PPTK nya, Pak Dwie,” kelitnya.

PPTK Pembangunan Poros Bu’rung-Bu’rung, Dwie Jaya Wanda saat dihubungi juga tidak memberikan keterangan jelas. Ia hanya bilang, pekerjaan dihentikan karena menunggu petunjuk Inspektorat.

“Saya juga ragu-ragu memberikan tanggapan. Tapi info yang saya dengar begitu (Inspektorat,red). Mengenai kelanjutan pekerjaan Poros Bu’rung-Bu’rung, kita menunggu petunjuk Inspektorat,” tuturnya.

Sekadar diketahui, perbaikan Poros Bu’rung-Bu’rung dikerjakan oleh PT Yabes Sarana Mandiri. Adapun anggarannya senilai Rp11,4 miliar. (rus)


Pos terkait