Pemprov Dukung Kementerian Perdagangan Lindungi Pelaku Usaha

STARNEWS.ID, MAKASSAR – Focus Group Discussion (FGD) Hubungan Kelembagaan dilaksanakan dengan tema “Penyebarluasan Informasi Pemanfaatan Akses Pasar Melalui Free Trade Agreement (FTA) oleh Pemerintah Daerah dan Pelaku Usaha di Provinsi Sulawesi-Selatan” dilaksanakan oleh Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan Bekerja Sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Four Point by Sheraton, Makassar, Kamis (11/4/2019).

Bacaan Lainnya

Pada diskusi tentang perjanjian perdagangan bebas yang diterapkan Indonesia dan pengaruhnya di Sulsel ini, hadir sebagai pembicara adalah Direktur Perundingan Multilateral Kementerian Perdagangan, Denny W Kurnia dan tenaga ahli Free Trade Agreement (FTA) Center Makassar, Chairil Burhan.

Sementara Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Devo Khaddafi dan Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sulsel, Erna Since Lamba juga hadir memberikan gagasan dan respon atas pertanyaan terkait penerapan di Pemprov Sulsel.

Devo berharap hasil FGD yang dilakukan bisa kemudian diimplementasikan.

Devo juga berharap agar Kementerian Perdagangan dapat menjadi angel guard (pelindung) dari para pelaku usaha. Serta mampu melakukan kolaborasi dengan kementerian lain, termasuk dengan Pemerintah Daerah.

“Agar memudahkan para pengusaha dalam melakukan usaha-usahanya. Semuanya harus kolaborasi dan kerja bersama,” ujarnya.

Sementara itu, terkait salah satu pertanyaan bahwa ekportir membutuhkan penerbangan atau pengiriman langsung ke Hongkong dan negara lainnya dari Makassar, Devo memberikan tanggapan. Menurutnya, Sulawesi Selatan saat ini semakin meningkatkan konektivitasnya baik untuk pengiriman barang dan penumpang. Demikian juga untuk direct flight atau direct call (pengiriman langsung) ke luar negeri.

“Untuk konektivitas, sejak satu bulan lalu, kita sudah melakukan komunikasi intens dengan pihak Garuda Indonesia. Intinya kami memastikan bahwa di bulan Juni (2019), itu sudah harus ada penerbangan dari Makassar ke Jepang,” kata Devo Khaddafi.

Penerbangan langsung untuk kargo ini diharapkan bisa menekan biaya/ cost sebesar 30 persen dan waktu pengiriman barang dari 8-9 jam menjadi hanya 5 jam.

Penjajakan kerja sama ini ditindak lanjuti lebih intens lagi oleh pihak Garuda dan Pemprov. Sehubungan dengan rencana dibukanya konektivitas penerbangan langsung dari Makassar Ke Jepang.

“Jika ini sudah establish, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan penerbangan langsung ke Hongkong, karena dua tujuan, cukup banyak ekspor kita masuknya ke Jepang dan Hongkong,” sebut Devo Khaddafi.

Sebelumnya, di awal dialog Devo Khhadafi mewakili Gubernur Sulsel menerima plakat dari Kementerian Perdagangan.

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi Sulsel menyebutkan Sulsel memiliki peluang besar untuk menangkap peluang dari FTA. Namun, harus dengan produk yang lebih spesifik, termasuk misalnya dengan potensi ekspor kepiting.

“Harus masuk pada sektor lebih spesifik, yang mana produk kita harus didorong, harus berdasarkan informasi pasar,” ujar Erna Since Lamba.(star1)


Pos terkait