Penerapan Prokes Jadi Atensi dalam Pelaksanaan Pilkada 2020 Gowa

STARNEWS.ID, GOWA — Waktu terus berjalan. Usai penetapan pasangan calon (paslon) tahapan Pilkada 2020 pun melangkah ke masa kampanye.

Olehnya itu, KPU Gowa pun menggelar rapat koordinasi (Rakor) Penegakan Hukum Tahapan Pilkada Serentak 2020 di Peace Room A’Kio, Kantor Bupati Gowa, Jumat (18/9/2020).

Bacaan Lainnya

Bersama Bawaslu dan Pemkab Gowa dan unsur Forkopimda, KPU Gowa membahas segala hal yang harus diperhatikan selama tahapan Pilkada hingga sanksi jika melanggar aturan berkampanye. Termasuk yang berkaitan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Ketua KPU Gowa, Muchtar Muis mengatakan hal terpenting dalam proses tahapan pilkada yakni, harus menerapkan prokes dan menghindari kerumunan.

Apalagi pada tanggal 23 September mendatang akan ada pengumuman penetapan Paslon dan masa kampanye yang dimulai 26 September. Diperkirakan akan ada pergerakan massa.

“Ancaman yang disampaikan oleh pusat jika terdapat adanya pelanggaran atau penularan Covid-19 tidak terkendali maka akan dilakukan penundaan. Sehingga perlu diantisipasi bersama untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujar Muchtar.

Segala aturan itu dianggap perlu disosialisasikan hingga ke tingkat kecamatan, desa dan lurah. Sehingga kelak ketika penetepan paslon, pengundian nomor urut hingga masa kampanye tetap menerapkan prokes.

Pada kesempatan itu, Muchtar juga mengajak untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Menurutnya, salah satu bentuk keberhasilan pilkada dilihat dari meningkatnya partisipasi pemilih.

“Kami mengajak masyarakat agar jangan lupa ke TPS pada 9 Desember mendatang dengan memakai masker agar kita bisa mencapai target yaitu 77,5 persen partisipasi pemilih. Jangan percaya hoax jika ada yang mengatakan akan dilakukan rapid maupun swab tetapi cukup menggunakan masker dan patuhi protokol kesehatan,” ungkap Muchtar.

Sementara Ketua Bawaslu, Samsuar Saleh mengatakan, Pilkada 2020 ini memang sangat berbeda. Sebab, selain harus meningkatkan partisipasi pemilih, juga harus menghindari kerumunan, jaga jarak dan menerapkan prokes di tengah pandemi Covid-19. Dua hal tersebut dianggap berbanding terbalik dan merupakan suatu tantangan.

“Perlu kerja sama seluruh sektor hingga ke tingkat desa untuk mensosialisasikan ke masyarakat karena ini suatu tantangan bagi kita, selain meningkatkan partisipasi pemilih juga harus menghindari kerumunan sedangkan euforia masyarakat pada pesta demokrasi ini susah dihindari,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku pihaknya telah melakukan sosialisasi ke tingkat kecamatan melalui Kunker yang dimulai 10 September lalu dan akan terus menyosialisasikannya hingga bisa menyeluruh ke masyarakat untuk selalu menerapkan prokes dan meningkatkan partisipasi pemilih pada pilkada nanti.

Selain itu, dirinya mengaku Kabupaten Gowa telah memiliki perda wajib memakai masker dan penerapan prokes yang di dalamnya telah ada payung hukum dan memuat beberapa jenis sanksi seperti sanksi sosial, sanksi denda hingga sanksi pencabutan izin selama tiga bulan bagi pelaku usaha.

“Kita akan selalu melakukan sosialisasi ke masyarakat agar bisa mematuhi protokol kesehatan apalagi kita sudah ada Perda yang mengikat sehingga jika ditemukan pelanggaran akan kena sanksi,” kata Adnan.

Tak hanya itu, orang nomor satu di pemerintahan Gowa itu juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada pilkada nanyi sebagai bentuk keberhasilan dalam penyelenggaran Pilkada 2020.

“Kita akan rapat lanjutan lagi selasa nanti secara virtual bersama pemerintah desa/lurah, kecamatan, Kapolsek dan Danramil untuk mensukseskan pilkada ditengah pandemi ini dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (rus/dam)


Pos terkait