Pengawasan Lemah, Pekerjaan Pelebaran Poros Malino tak Maksimal

PPK 3.2 BBPJN XIII Makassar, Rita (kanan) saat menjelaskan tentang kondisi pekerjaan pelebaran jalan Poros Malino di kantor Satker SNVT Wilayah III, Senin (24/5/2021). (Foto : Rusli Haisarni)

STARNEWS.ID,GOWA—-Proyek pelebaran Poros Malino sudah masuk tahun kedua. Hanya saja, proses pekerjaan dinilai belum maksimal karena banyak kendala.

Selain faktor cuaca dan kondisi jalan, pengawasan dari pejabat terkait terhadap proses pekerjaan juga diduga lemah. Ini menyebabkan beberapa item pekerjaan diduga di bawah standar.

Bacaan Lainnya

“Pengawasan PPK lemah. Makanya hasil pekerjaan tidak maksimal,” ujar Kepala Bidang Investigasi LSM Cipanas, Rusdi Aditya, Rabu (26/5/2021).

Rusdi membeberkan, temuan di lapangan pekerjaan pengaspalan ditengarai volumenya dikurangi. Seharusnya ketebalan aspal 6 centimeter tapi faktanya hanya 4 centimeter.

Selain itu, pekerjaan pengaspalan juga dilakukan pada saat hujan. Akibatnya berpengaruh terhadap ketahanan aspal. Kata Rusdi, aspal yang belum lama dikerja terlihat retak-retak dan keropos.

“Itu karena pengaspalan dilakukan pada saat turun hujan. Padahal secara teknis itu tidak boleh. Karena musuh aspal itu air,” bebernya.

Indikasi salah bestek juga telihat pada pekerjaan pemasangan batu. Diduga takaran campurannya materialnya tidak sesuai. Makanya kondisi di lapangan pekerjaan pasangan batu banyak yang retak dan keropos.

“Ini kan akses wisata. Mobilitas kendaraan sangat tinggi. Jadi mesti didukung kualitas aspal yang baik sehingga tahan lama,” tukasnya.

PPK 3.2 BBPJN XIII Makassar, Rita berdalih pekerjaan yang ditemukan kurang maksimal disebabkan karena faktor cuaca.

“Curah hujan di Malino itu cukup tinggi. Bulan Februari sampai Maret saja itu, hampir tiap hari hujan. Ini salah satu faktor kendala kami selain kondisi alam. Jalanan disana banyak cekungannya,” katanya.

Terkait soal pengawasan, Ia membantah lemah. Menurutnya hampir tiap Minggu dirinya selalu ke lapangan melihat kondisi pekerjaan.

“Termasuk laporan rutin perkembangan dari pihak konsultan. Terus kita pantau setiap hari,” dalihnya.

Pihaknya pun tidak berani main-main. Apalagi proyek ini merupakan diskresi langsung Menteri PUPR.

Pelaksanaan pekerjaan di lapangan pun terus dikebut. Targetnya pekerjaan pelebaran jalan Poros Malino rampung Juni 2021 mendatang.

“Saat ini, progress pekerjaan sudah mencapai 70 persen. Khusus pengaspalan tersisa 3 kilometer dari total 16 kilometer panjang jalan yang dilebarkan,” tandasnya.

Satker PJN III Metro, Malik berharap pekerjaan pelebaran Poros Malino selesai tepat waktu dan tepat kualitas. (rus)


Pos terkait