Perlancar Laju Ekonomi, AST-Aris Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Desa

Calon Bupati Majene, Andi Achmad Sukri Tammalele

STARNEWS.ID, MAJENE — Pembangunan infrastruktur penghubung antara kecamatan dan desa di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat perlu perhatian lebih.Masih ada yang belum maksimal.

Kondisi yang memprihatinkan itu di antaranya, akses jalan yang menghubungkan beberapa titik di desa di wilayah Kecamatan Tammerodo. Lantaran belum maksimal, sehingga masyarakat pun kesulitan memasarkan hasil pertanian dan perkebunan di daerah itu.

Bacaan Lainnya

Sebut saja, akses jalan menuju Desa Tallambalao kondisi infrastruktur jalan rusak parah. Demikian pula akses jalan menuju Desa Seppong dan Desa Mayamba juga mengalami rusak yang sangat parah. Padahal daerah ini menjadi penopang sumber ekonomi di wilayah Kecamatan Tammerodo Sendana.

Demikian pula kondisi akses jalan menuju Desa Rambu-Rambu Limboro. Jalan sepanjang lebih dari 1 kilometer itu tak pernah dibenahi. Bahkan kondisi serupa juga terlihat di desa Tulu Bulang menuju Limboro sangat dikeluhkan masyarakat setempat.

Kerusakan infrastruktur jalan yang ada di Desa Pundau dan Desa Paminggalan Kecamatan Sendana, juga menjadi keluhan utama masyarakat.

Termasuk beberapa titik infrastruktur jalan yang menghubungkan desa di wilayah Kecamatan Malunda, Ulumanda. Pamboang, Banggae dan Banggae Timur, belum tertangani dengan baik.

Mendengar aspirasi masyarakat di berbagai kecamatan di Majene, maka pasangan calon bupati dan wakil bupati, Andi Achmad Sukri Tammalele-Arismunandar Kalma (AST-Aris), menyiapkan program skala prioritas jika kelak diamanahkan menakhodai Majene.

“Pemerintah Kabupaten terdahulu tidak fokus menyerap aspirasi masyarakat. Terbukti, puluhan titik jalan kami temukan tak pernah tertangani dalam empat tahun terakhir. Sejatinya, pemerintah harus memprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan yang menghubungkan antar wilayah kecamatan di daerah tersebut, demi menjaga arus distribusi ekonomi dan mobilitas masyarakat setempat,” kata AST.

Alokasi anggaran akan disesuaikan untuk memaksimalkan penanganan infrastruktur jalan. Caranya, kita pangkas anggaran PKK yang tidak produktif, kita pangkas anggaran lain yang tidak menyasar kebutuhan masyarakat.

Senada yang dikemukakan calon wakil bupati Majene, Arismunandar Kalma, menyebutkan bahwa infrastruktur jalan masuk program skala prioritas utama.

“Jika akses jalan antar kecamatan sudah baik, bagus. Baru prioritas penanganan selanjutnya jalan kabupaten yang tidak termasuk jalur utama antar kecamatan. Saya rasa, anggaran kita cukup bila pemerintah fokus pada program pro kerakyatan,” katanya. (*/dam)


Pos terkait