Polda Sulsel Bakal Tindak Penyebar Hoaks tentang RS sebagai Lahan Bisnis Covid-19

Markas Polda Sulsel. (foto int)

STARNEWS.ID, MAKASSAR – Dalam beberapa hari terakhir marak kejadian pengambilan paksa jenazah yang dilakukan para pihak keluarga, karena menolak penanganan jenazah yang menerapkan protokol Covid-19.

Selain itu, marak pula berita bahwa rumah sakit menjadikan virus corona Covid-19 sebagai lahan binis beredar di media sosial. Informasi tersebut terkait tim medis dengan modus ‘memvonis’ pasien terkait Covid-19.

Bacaan Lainnya

Terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol. Ibrahim Tompo menegaskan akan menindak tegas warga yang masih nekad akan mengambil paksa yang dilakukan para pihak keluarga. Karena menolak penanganan jenazah yang menerapkan protokol Covid-19.

“Kami warning yang mengambil paksa mayat PDP di rumah sakit itu merupakan pidana dan akan kita proses,”tegas Kabi Humas.

Ibrahim juga menegaskan, Polda Sulsel akan menindak tegas para pelaku yang mencoba meresahkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Termasuk pelaku penyebaran berita bohong.

Tentang rumah sakit menjadikan virus corona Covid-19 sebagai lahan bisnis, termasuk provokasi penolakan Rapid Test.

Pihaknya pun akan terus melakukan patroli di dunia maya dan terus mengejar para pelaku tersebut guna memprosesnya secara hukum.

“Kita prihatin dengan pemikiran yang dibangun oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, padahal apa yang dilakukan oleh pemerintah hanya untuk kepentingan masyarakat umum, sedangkan opini tentang bisnis Covid 19, provokasi tidak mau rapid test, itu merupakan opini yang dibangun untuk memperkeruh suasana, diharapkan agar masyarakat jangan terpengaruh dengan isu tersebut karena akan menyesatkan dan merugikan bagi masyarakat,” jelas Kabid Humas. (uba)

Terkait