Polda Sulsel Tetapkan 13 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Puskesmas Batua

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes E Zulpan

STARNEWS.ID,MAKASSAR— Janji Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menetapkan  tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Gedung Puskesmas Batua, Makassar ditepati.

Sebanyak 13 orang tersangka diumumkan, Senin (2/8/2021).

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E .Zulpan mengatakan, 13 tersangka itu, masing-masing, berinisial dr.AN, dr.SR, MA, FM, HS, MW, AS, Ir.MK, AIHS, AEH, Ir.DR, APR dan RP.

Mereka ini merupakan pengguna anggaran, Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), PPTK dan PPHP.

Juga pelaksana rekanan, Pokja III ULP Kota Makassar, Konsultan dan Inspektur Pengawasan.

“Sebanyak 13 orang ditetapkan sebagai tersangka. Hasil penyidikan, mereka dianggap telah melakukan perbuatan melanggar hukum yang menyebabkan kerugian negara,” kata E Zulpan.

Ia menerangkan, para tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi pembangunan gedung Puskesmas Batua pada Dinas Kesehatan Kota Makassar yang dibiayai oleh APBD 2018 sebesar Rp25 miliar lebih.

Tindakan para tersangka, melanggar pasal 2 ayat (1) Subs pasal 3 UU No .31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No .20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No .31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo 55 ayat (1) ke 1E KUHPidana .

E.Zulpan juga membeberkan modus operandi dalam kasus tersebut yaitu terjadi pengaturan pemenang lelang oleh Pokja III yang sengaja memenangkan PT. SA.

Selain itu, PT SA dan penerima sub kontrak AIHS melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak atau spesifikasi dan membuat addendum kontrak yang tidak sesuai dengan mekanisme.

“Hasil ahli konstruksi menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan dan pengujian di lapangan terhadap semua komponen bangunan tidak sesuai standar yang ditentukan dalam RAB. Mutu beton hampir keseluruhan sangat rendah atau kategori bangunan sangat jelek,” urai Zulpan.

Selain itu , lanjut E .Zulpan, hasil investigatif audit BPK RI dalam rangka perhitungan kerugian keuangan negara daerah atas pekerjaan pembangunan Puskesmas Batua tahap 1 ditemukan kurang lebih Rp22 miliar anggaran total loss.

“Seluruh tersangka saat ini menjalani pemeriksaan dan belum dilakukan penahanan,” pungkasnya.(rus)


Pos terkait