Polsek Bajeng Bubarkan PPDB Ilegal di Depan SMA Negeri 2 Gowa

Siswa yang ingin mendaftar online tampak berkerumun di depan SMA Negeri 2 Gowa, Senin (14/6/2021). PPDB ini dianggap ilegal sehingga dibubarkan polisi.(Foto : Humas Polsek Bajeng)

STARNEWS.ID,BAJENG— Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Online di depan SMA Negeri 2 Gowa dibubarkan aparat kepolisian dari Polsek Bajeng, Senin (14/6/2021).

Polisi melakukan pembubaran dengan alasan PPDB itu ilegal. Tak ada izin baik dari pihak sekolah ataupun dinas terkait.

Bacaan Lainnya

Sebelum dibubarkan polisi, kondisi di tempat dipadati oleh siswa calon pendaftar. Mereka berkerumun di depan rumah warga yang jadi tempat pendaftaran online.

Kanit Intelkam Polsek Bajeng, Aiptu Saharuddin yang memimpin pembubaran mengatakan, selain tidak memiliki izin, PPDB online tersebut juga menimbulkan kerumunan.

“Makanya kita bergerak membubarkan. Sebab situasi di lokasi, banyak sekali calon pendaftar berkerumun. Di samping memang tidak ada izinnya dari pihak sekolah,” ujar Saharuddin.

Kapolsek Bajeng, Iptu Sunardi membenarkan adanya PPDB Ilegal yang dibubarkan di depan SMA Negeri 2 Gowa. Ia mengaku, sebelum tindakan pembubaran dilakukan, pihaknya telah berkoordinasi dengan panitia PPDB yang melaksanakan kegiatan tersebut.

“Hasil koordinasi kepada panitia mengakui bahwa memang PPDB online yang dilakukannya itu tidak ada rekomendasi dari pihak sekolah maupun pemberitahuan kepada Kepolisian setempat,” jelas Sunardi.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Gowa, Drs Tarmo yang dikonfirmasi juga membenarkan bahwa kegiatan PPDB yang dilakukan di depan sekolahnya itu tanpa sepengetahuannya.

“Pihak sekolah tidak tahu-menahu soal itu. Katanya pihak yang laksanakan pengusaha jasa komputer. Tapi karena ilegal dibubarkan sama polisi,” kata Tarmo.

Tarmo juga menegaskan bahwa sesuai instruksi Dinas Pendidikan Sulsel, tidak dibolehkan ada kegiatan PPDB manual di sekolah. Dilarang keras. Sebaliknya proses PPDB dilakukan via online.

Sementara itu, Ketua Panitia penyelenggara PPDB Ilegal, Mujahid A mengatakan, kegiatan pendaftaran calon didik baru yang dilakukannya itu atas inisiatif dari pihak OSIS SMAN 2 Gowa.

Tujuannya untuk membantu calon siswa baru yang belum paham cara mendaftar secara online. Rencananya, proses pendaftaran berlangsung selama tujuh hari.

“Banyaknya calon peserta didik baru yang belum faham tata cara pendaftaran secara online dan menggunakan Link dari pusat PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Makanya kami berinisiatif membantu,” dalih Mujahid. (rus)


Pos terkait