Puji Program Pertanian, Loyalis JMS Beralih Dukung Andi Utta

STARNEWS.ID, BULUKUMBA — Setelah Jamaluddin M Syamsir batal bertarung di Pilkada Bulukumba 2020, sejumlah pendukungnya kini mulai beralih mendukung pasangan HA Muchtar Ali Yusuf-Edy Manaf. Belasan loyalis JMS kini mendukung asangan dengan tagline Harapan Baru itu.

Salah satu pendukung JMS yang mengalihkan dukungan adalah Jusman Accank. Pemilik usaha Kopi Kajang ini merapat ke pasangan nomor urut 4 (empat) Andi Muchtar Ali Yusuf-Andi Edy Manaf.

Bacaan Lainnya

Mantapnya pilihan Jusman ke Harapan Baru, bukanlah tanpa alasan. Program yang diusung oleh Andi Utta-Edy Manaf dinilai tepat untuk masyarakat Kajang.

“Seperti modernisasi pertanian di Kajang, saya sangat tertarik. Ini sangat pontensial untuk para petani Kopi Kajang. Saya sudah bicara langsung dengan beliau (Andi Utta), dan luar biasa idenya untuk menyejahterakan masyarakat,” kata Jusman, Kamis (15/10/2020).

Jusman mengaku sangat tertarik dengan pola-pola yang dilakukan Andi Muchtar Ali Yusuf.

Semuanya sederhana kata dia, namun mudah diterima serta direalisasikan oleh masyarakat.

Olehnya, ia mengajak masyarakat Kajang, untuk sama-sama mendukung Harapan Baru di Pilkada Bulukumba 2020.

“Saya optimis, kalau khusus di daerah Desa Lembang ini kita menang. Saya harap masyarakat Kajang bersatu ke HB jika ingin melihat perubahan,” harapnya.

Sekadar informasi, pasangan bertagline ‘Harapan Baru, Dikerja Bukan Dicerita’ ini melaksanakan kampanye dialogis di Kajang hari ini.

Beberapa titik mereka kunjungi, dan masyarakat Kajang sangat antusias menyambut pasangan nomor urut empat itu.

Sementara Andi Muchtar Ali Yusuf, menegaskan, bahwa ia kembali ke Bulukumba bukan untuk dirinya sendiri.

Ia kembali karena ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bulukumba.

“Petani itu seharusnya kaya, di Thailand itu petani-petaninya kaya. Tapi kenapa di Bulukumba tidak, karena pemerintah tidak hadir disitu. Petani bahkan masih kesulitan untuk mendapatkan pupuk,” kata Andi Utta.

Selain pertanian, potensi laut Kajang juga dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Olehnya itu, pemerintah harus hadir mengintervensi kebijakan-kebijakan yang pro terhadap semua itu. (*/dam)

Terkait