PWI Pinrang Minta Pelaku Penyerang Wartawan Dijerat Pasal Berlapis

Inilah wartawan yang bermasalah dengan salah seorang Kades di Pinrang. (foto thamrin/starnews.id)

STARNEWS.ID, PINRANG – Kasus penyerangan wartawan oleh oknum Kades Massewae Ibrahim tejadi di dalam dan diluar kantor desa Massewae, berbuntut pelaporan polisi di kantor Polsek Duampanua Pinrang Sulawesi Selatan, 18 Mei 2020 pekan lalu.

Sebelumnya, Ibrahim Kades Massewae di kabarkan mengamuk dan menyerang wartawan di dalam dan di luar kantor desa Massewae saat hendak dikonfirmasi terkait proyek yang disorot warga di desa .

Bacaan Lainnya

Ketua PWI Pinrang Masrul Umar kepada media mengatakan kemarin sudah ke kantor Polsek Duampanua Pinrang bersama rekan rekan media, Tapi Kapolsek tidak ada. Ditelpon tidak diangkat.

“Kami ke Polsek, untuk meminta pelaku dijerat dengan pasal berlapis,” katanya.

Selain pasal pengancaman menghilangkan nyawa seseorang, pelaku juga harus dijerat dengan UU Pers No.40 tahun 1999.

“Barang siapa menghambat atau menghalangi wartawan dalam melaksanakan tugas peliputan di lapangan diancam hukuman pidana selambat-lambatnya dua tahun penjara atau denda sekurang- kurangnya Rp. 500 juta. ” tegasnya.

Hal senada disampaikan sejumlah aktivis dan LSM di Bumi Lasinrang Pinrang. Ketua ITCW (Indonesia Timur Coruption Watch) Jasmir Lainting dan LSRB (Lembaga Suara Rakyat Bersatu) Musyawir. mengecam keras tindakan oknum Kades Massewae,

“Kami berharap pelaku diberi efek jera, agar kejadian yang sama tidak terulang lagi dan menimpa insan pers. Kami siap dan akan mengawal perkembangan kasus ini,” paparnya.

Hingga berita ini diturunkan, data yang dihimpun wartawan.menyebut Kades Massewae Ibrahim belum pernah dipanggil terkait pelaporan korban.

Kasatreskrim Polres Pinrang AKP Dharma Negara melalui via selulernya membenarkan. “Betul bang, Sementara saya mau koordinasi dengan Kanit,” janjinya. (tha/uba)

Terkait