Raih Prestasi Kejari Terbaik se-Sulsel, Adnan Sanjung Kajari Gowa

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ihsan turut serta di pemusnahan barang bukti hasil kejahatan di area Kantor Kejari Gowa, Senin (13/7/2020).

STARNEWS.ID, GOWA — Kejaksaan Negeri (Kejari) Gowa menggelar pemusnahan barang bukti terkait kasus narkotika dan sejumlah hasil kejahatan lain, Senin (13/7/2020). Turut dihadiri Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

Bacaan Lainnya

Dimusnahkan dalam kegiatan yang dipusatkan di area Kantor Kejari Gowa itu, yakni 832,9623 gram narkotika, pil ekstasi 4,4730 gram dan 10 butir obat daftar G.

Di kesempatan itu, Adnan menyatakan, penangaan narkoba perlu dilakukan secara bersama. Jika ditemukan orang yang masuk kategori pengedar, maka harus diberi hukuman setimpal bahkan maksimal.

Menurut orang nomor satu di pemerintahan Gowa tersebut, maraknya pengedaran berbagai jenis narkoba itu tidak hanya melumpuhkan, melainkan juga merusak mental anak-anak generasi penerus. 

“Salah satu cara yang paling ampuh beri efek jera adalah adanya kepastian hukum yang diberikan kepada pengedar,” ujarnya.

Adnan pun mengungkapkan apresiasi atas prestasi yang ditunjukkan jajaran Kejari Gowa. Kendati di bawah kepemimpinan kepala kejaksaan (Kajari) yang baru satu bulan bertugas di kabupaten berjuluk Butta Bersejarah itu.

“Kami salut dengan Ibu Kajari yang baru sebulan memimpin namun sudah bisa meraih sebagai Kejari terbaik pertama di tingkat Sulsel. Ini mampu membawa nama harum Kabupaten Gowa,” aku Adnan.

Sementara itu, Kajari Gowa, Yeni Andriani mengatakan, pemusnahan ini terdiri kasus narkoba dan kasus umum lainnya.

“Untuk kasus narkoba barang bukti terdiri dari narkotika sebanyak 62 perkara dengan berat netto keseluruhan 832,9623 gram, untuk pil ekstaSi dari 7 butir dengan berat 4,4730 gram sedang obat daftar G sebanyak 101 butir,” beber Yeni Andriani.

Untuk narkotika tertinggi diperoleh dari terdakwa Ismail alias Mail bin Syamsuddin dengan berat 794,1908 gram, sedang narkotika terendah dengan terdakwa Suryani alias Uchi binti Sumang Ali.

“Sementara untuk kasus lain meliputi 2 perkara upal (uang palsu) dengan barang bukti 102 lembar uang pecahan Rp 100.000 serta 5 lembar uang pecahan Rp 50.000. Barang bukti lainnya berupa 6 badik, 1 busur, 1 pisau, 2 parang dan 1 obeng,” jelas Yeni Andriani.

Yeni menambahkan, barang bukti tersebut merupakan hasil olah perkara April hingga Juli 2020 di Gowa.

“Di Gowa banyak kasus narkotika. Ini bisa kita motivasi bagaiman bisa bersama-sama membersihkan narkotika di Gowa,” tuturnya.

“Untuk pengedar di Gowa tiada maaf bagimu. Kami akan hukum seberat-beratnya untuk pengedar,” tegas Yeni. (rls/dam)

Pos terkait