Red Gank Rindu Mattoanging, Ni’matullah: Memalukan Kalau Kita Tidak Punya Stadion

Kelompok suporter PSM, Red Gank meminta kejelasan nasib Stadion Mattoanging di DPRD Sulsel, Selasa (9/2/2021). (FANDY/starnews.id)

STARNEWS.ID, MAKASSAR — Kelompok suporter PSM, Red Gank menagih janji Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Terkait kelanjutan pembangunan kembali Stadion Mattoanging.

Permintaan tersebut disampaikan Red Gank saat mendatangi Gedung DPRD Sulsel, Selasa (9/2/2021). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Red Gank, Yusuf menegaskan, Gubernur Sulsel saat ini yang bertanggung jawab penuh terkait pembangunan ataupun renovasi Stadion Mattoanging.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kami datang sebagai supporter yang ingin mengetahui nasib pembangunan stadion. Seperti yang saya sampaikan tadi kami punya tiga tuntutan, pertama kejelasan pembangunan, kejelasan anggaran dan kapan peletakan batu pertama” tegas Yusuf.

Seperti diketahui, sebelumnya Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, berjanji renovasi menjadikan stadion yang lebih layak itu rampung pada Desember Tahun 2020.

“Seperti kita lihat, masih ada beberapa bagian belum dibongkar. Nah, kami meminta kejelasan gubernur (Nurdin Abdullah) melalui DPRD,” kembali Yusuf menegaskan.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah turut menandatangani surat perjanjian siap mengawal pembangunan ulang Stadion Mattoanging, Selasa (9/2/2021).

 

Menemui para suporter yang diperkirakan mencapai 100 orang itu, Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni’matullah menjelaskan, Stadion Mattoanging telah dirapatkan. Disebutkan, penganggaran melalui APBD sebesar Rp1 triliun.

“Percaya saja kami DPR Provinsi (Sulsel) akan mengawal penuh proyek ini agar terlaksana. Kenapa, karena APBD sudah dibuatkan dan ada anggaran tertulis Rp1 triliun untuk pembahasan Stadion Mattoanging Baru,” ujarnya.

Ia juga menerangkan, lambatnya proyek pembangunan ulang stadion yang berada di Jalan Cendrawasih, Makassar lantaran ada tahapan dan mekanisme yang harus dilaksanakan agar berjalan sesuai rencana.

“Ini memang keliatan agak lambat. Karena proyek pemerintah ada mekanismenya ada aturannya, tidak bisa langsung yang seperti kita terapkan,” imbuhnya.

Nimatullah berharap, dan meminta agar masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar jangan khawatir. Sebab stadion Matoangin tidak akan senasib dengan Stadion Barombong yang seakan-akan terkatung-katung.

“Khawatir seperti Barombong? Itu tidak mungkin. Kan kita sudah buatkan anggaran tertulisnya,” kata dia.

“Karena memalukan kalau kita tidak punya stadion yang layak,” imbuh ketua DPD Partai Demokrat Sulsel itu. (fan/dam)


Pos terkait