Rektor UNM Beri Sambutan pada Sosialisasi Rumah Hunian Klaster Grand Pinisi UNM

STARNEWS.ID, MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar sosialisasi rumah hunian klaster UNM yang diberi nama Grand Pinisi UNM secara daring pada Rabu, (19/8/2020)

Sukardi Weda melaporkan bahwa Sosialisasi tersebut dihadiri oleh sekitar 300 orang dari sivitas akademika UNM yang terdiri dari Rektor UNM, Prof Dr H Husain Syam M TP, para Wakil Rektor, para Dekan di lingkungan UNM, Direktur Program Pascasarjana, Ketua Lembaga, dosen, dan pegawai di lingkungan UNM. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Arif Mone, yang juga Wakil Ketua REI Pusat, Pimpinan Bank BNI Cabang Makassar, Agus Suyono dan Pak Bagus, dan lain-lain.

Mengawali sambutannya, Prof Dr Husain Syam M TP menyapa segenap peserta sosialisasi dengan sangat antusias dan dengan rasa gembira dan dengan raut wajah yang sumringah. Prof Husain Syam menyampaikan kepada seluruh sivitas akademika bahwa pada periode 2020 ini, kita menghadirkan rumah hunian bagi sivitas akademika UNM yang sekaligus menjadi sejarah bagi kita.


Prof Husain Syam menegaskan, meskipun telah bertemu dengan seluruh pimpinan UNM terkait dengan rumah hunian Grand Pinisi UNM, saya tidak nyaman kalau belum ada pertemuan dengan seluruh sivitas akademika UNM untuk menyampaikan informasi yang seluas-luasnya, inilah informasi terakhir bahwa sudah tersosialisasi kepada seluruh sivitas akademika UNM, sehingga tidak ada lagi yang keberatan, tegas Prof Husain Syam. Prof Husain Syam juga menambahkan bahwa sampai September 2020, kalau ada unit yang tersisa, akan diberi kesempatan kepada alumni.


Dengan perasaan gembira dan sumringah, Prof Husain Syam mengatakan bahwa ini anugerah/rahmat bagi UNM, betapa tidak dari kisaran harga Rp. 600 jutaan menjadi Rp. 450 jutaan. Ini sangat spesial dengan harga yang sangat murah, papar Prof Husain Syam.

Arif Mone, yang juga wakil ketua REI Pusat mengatakan persiapan pembangunan Cluster Grand Pinisi yang terletak di kawasan Perumahan Bumi Aroepala, jalan Tun Abdul Razak Kabupaten Gowa, dengan jarak sekitar 5 km dari jalan A. P. Pettarani dengan luas lahan 4,2Ha dengan jumlah kavling 326 unit akan berjalan secepatnya.


Arif Mone menambahkan bahwa rencana pembangunan terdiri atas Type 40/78 sebanyak 316 unit dan Type 100/91 sebanyak 10 unit. Arif Mone juga menegaskan bahwa ini spesial untuk UNM dan akan diberikan kemudahan-kemudahan, seperti pricing termurah, tidak ada DP, cukup tanda jadi sebesar lima juta rupiah.

“Intinya, sebagai bagian dari UNM, saya akan mempersembahkan yang terbaik untuk UNM, “ujarnya sambil.


Untuk pembiayaan perumahan cluster Pinisi UNM ini, BNI Pusat turun tangan, Pak Agus Suyono dan Bagus Ardani dari BNI memaparkan bahwa telah terjalin Kerjasama BNI -UNM, salah satunya melalui Program Griya Perumahan Khusus Dosen/Karyawan UNM. Program ini merupakan persembahan khusus yang di-launching bulan Agustus 2020 ini, papar Agus Suyono. Agus Suyono juga menyampaikan semoga program ini memberi berkah dan ini adalah program khusus, spesial buat UNM.


BNI memberikan persembahan kepada UNM yang sangat strategis dan nilai investasinya sangat menjanjikan dan program ini hanya untuk UNM.


Adapun persyaratan untuk memiliki hunian cluster Pinisi UNM adalah: perorangan, WNI, dosen/karyawan UNM, dan usia minimal 21 tahun dan minimal 55 tahun.


Sebelum mengakhiri sosialisasi, para nara sumber diberikan kesempatan untuk menyapaikan closing statement. Kesempatan pertama diberikan kepada Pak Bagus dari BNI Cabang Makassar. Dalam closing statemennya, Pak Bagus mengatakan bahwa BNI merasa tersanjung diberi kesempatan untuk bekerjasama dengan UNM untuk mewujudkan cluster perumahan dan karenanya BNI akan memberikan yang terbaik.


Pada kesempatan closing statement berikutnya, Arif Mone menegaskan bahwa dirinya sangat bahagia sebagai penyedia perumahan untuk keluarga besar UNM dan semoga ini berberkah untuk kita.


Pada kesempatan terakhir closing statement, Rektor UNM, Prof Dr H Husain Syam M TP yang juga sebagai pemrakarsa ide awal Cluster Pinisi UNM menegaskan bahwa tidak ada yang tidak dapat dilakukan, kalau ada kebersamaan. Bagi saya, ini adalah sejarah, ini sejarah yang kita ukir bersama, tandasnya.


Orang bijak mengatakan catatlah sejarah untuk dirimu, dan orang lain juga akan mencatat sejarah untuk dirinya, dan saya bangga hari ini, modal kita adalah kebersamaan, tutup Prof Dr Husain Syam M TP. (rilis/uba)

Terkait