Rektor UNM Buka Orientasi Akademik Mahasiswa PPG UNM Batch IV 2020

Suasana Orientasi Akademik Mahasiswa PPG UNM Batch IV 2020 yang dilakukan secara daring. (foto ist)

STARNEWS.ID, MAKASSAR -Sebanyak167 peserta yang mengikuti Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan di Universitas Negeri Makassar (UNM) Angkatan IV 2020 yang dilaksanakan secara daring yang diikuti sekitar 220 peserta, mulai dari Rektor UNM, para Wakil Rektor, Para Dekan, Direktur Pasca, para Ketua Lembaga, dosen fasilitator, panitia, dan mahasiswa PPG dalam jabatan, Jumat (4/9/2020).

Dalam sambutannya, Dr Darmawang , yang juga Ketua Program Studi PPG UNM mengatakan bahwa peserta PPG dalam jabatan ini terdiri dari empat angkatan adalah 1426 mahasiswa. Untuk angkatan IV ini dari tiga program studi, PGSD menempati peserta terbanyak, yakni 105 orang, Pendidikan IPA 33, dan Pendidikan IPS 29 peserta.

Bacaan Lainnya

Adapun peserta terbanyak yakni dari Jawa Barat, dengan jumlah 98 peserta, disusul Sulawesi Barat 18 peserta, Jawa Tengah 15 peserta, masing-masing 6 peserta dari Sulteng dan Bali masing-masing 4 peserta dari Gorontalo dan Kaltim, Jatim dan Sultra masing-masing 3 peserta, Kalsel dan Sulsel masing-masing 2 peserta, dan Sulawesi Utara 1 peserta.

Dr Darmawang menambahkan bahwa dalam orientasi akademik tahap IV ini, ada beberapa penyampaian materi, antara lain: Kuliah umum yang disampaikan Rektor UNM, Bapak Prof Dr H Husain Syam M TP dan materi lainnya yang disampaikan oleh WR 1 UNM, Prof Dr H Hasnawi Haris M Hum, Prof Dr H Muhammad Yahya M T M Kes, dan Dr Darmawang.

Mengawali sambutan dan kuliah umumnya, Prof Dr H Husain Syam M TP, yang juga Rektor UNM mengatakan bahwa Anda harus paham bahwa Anda adalah mahasiswa jalur pendidikan profesi dalam jabatan.

“Di UNM, ada tiga jenis pendidikan, pendidikan akademik, pendidikan profesi, dan pendidikan vokasi,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Prof Dr Husain Syam mengatakan bahwa di masa pandemi Covid-19 ini, pelaksanaan PPG dalam jabatan ini dilaksanakan secara ful daring. Prof Dr Husain Syam juga menegaskan bahwa dalam PPG Batch IV ini, semua yang terlibat harus sungguh-sungguh melaksanakan tugasnya, mahasiswa harus belajar dengan giat, guru pamong atau fasilitator guru, dosen dan staf harus memahai IT. “Hal ini penting karena di era Revolusi Industri 4.0 ini, ada pencirinya, yakni penguatan ICT, pembelajaran daring, dan high technology (artificial inteligence/AI dan robotics),” ujarnya.

“Saya kira untuk menjadi guru profesional, tentu guru harus memiliki adaptasi yang tinggi terhadap teknologi, dan kemampuan untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan keilmuannya,” pungkasnya.

Prof Dr Husain Syam kemudian menambahkan bahwa profesional itu bagaimana integritas, komitmen, dan rasa memiliki (sense of belonging) dapat diwujudkan dalam keseharian kita.
“Syarat untuk menjadi guru profesional adalah panggilan jiwa dan panggilan jiwa ini adalah kunci pokok, dan hal ini berhubungan langsung dengan komitmen, integritas, dan sense of belonging,”tegasnya.

Prof Dr Husain Syam juga berpesan, tolong jangan main-main, jangan berhenti beraktifitas, jangan berhenti berproses, kita semua harus selalu berkreasi, meskipun di masa pandemi Covid-19 ini.

“Saya ingin mengatakan kepada mahasiswa PPG dalam jabatan ini, guru pamong, fasilitator dosen, panitia, serta semua yang terlibat pada kegiaymtan ini supaya betul-betul diseriusi,” tegasnya.

Sebelum menutup sambutannya, Prof Dr Husain Syam menandaskan bahwa guru adalah garda terdepan untuk menghasilkan SDM unggul menuju Indonesia maju. (uba)

Terkait