Rektor UNM Upayakan Pemulihan Sektor Pendidikan di Sulbar

Rektor UNM, Husain Syam memantau dampak gempa di Kecamatan Malunda, Majene, Sulbar, Selasa (9/2/2021)

STARNEWS.ID, MAJENE — Mendengar kabar terjadinya gempa magnitudo 6,2 di Sulbar pada 15 Januari 2021, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Husain Syam langsung bertindak.

Saat memantau para warga terdampak gempa di Desa Kayuangin, Kecamatan Malunda, Majene, Selasa (9/2/2021) Husain menyampaikan, tindakan awal tersebut yakni mengistimasi nilai kerugian akibat gempa. Dengan begitu, aksi kemanusiaan yang dilakukan bisa lebih terukur.

Bacaan Lainnya

Menurut dia, percepatan pembangunan kembali pasca gempa di Sulbar mesti dilakukan. Terutama untuk memulihkan sektor pendidikan. Juga pemulihan dari trauma.

“Dampak bencana itu yang perlu ditangani secara tuntas termasuk mengembalikan semangat para guru-guru yang saat ini sedang mengalami trauma yang harus dipulihkan semangatnya. Makanya, peristiwa kegempaan ini saya ikut melakukan penelitian untuk mengukur dampak yang telah ditimbulkan,” ujar Husain Syam.

Selaku putra daerah kata dia, jiwanya merasa terpanggil untuk memastikan pemulihan pascabencana gempa bumi yang telah memporak-porandaksn rumah penduduk, rumah ibadah serta gedung pemerintahan.

“Konsep pemulihan di sektor pendidikan harus tertangani secara tuntas, termasuk persoalan penangan infrastruktur pendidikan. Maka dari itu, semua pihak harus menjadi bagian terpenting untuk memulihkan dampak bencana,” terang orang nomor satu di lingkup UNM ini.

Selain itu, rombongan rektor UNM juga menggulirkan program khusus bagi mahasiswa. Khususnya buat para mahasiswa yang berasal dari Sulbar.

“Mahasiswa UNM yang terdampak gempa bumi di Sulbar jumlahnya lebih dari 300. Semua mahasiswa itu kita gratiskan biaya semester sebagai bentuk apresiasi untuk meringankan beban yang terdampak gempa bumi di Sulbar,” katanya.

Husain pun mengatakan, pembebasan SPP bagi mahasiswa yang terdampak jumlahnya mencapai angka Rp2 milyar. Dengan asumsi, biaya SPP setiap mahasiswa digratiskan hingga Rp6 juta per semester.

“Angka itu cukup besar. Tetapi apapun itu, kita harus hadir memberikan bantuan terhadap mahasiswa yang terdampak gempa bumi,” pungkasnya. (*/dam)


Pos terkait