Resedivis Curanmor di Gowa Ditangkap

Kapolres Gowa, AKBP Tri Goffaruddin P didampingi Kasubag Humas Polres Gowa, AKP M Tambunan memaparkan kepada media terkait penangkapan resedivis curanmor dalam konferensi pers di Mapolres Gowa, Kamis (1/7/2021).(Foto : Humas Polres Gowa)

STARNEWS.ID,GOWA— Satu demi satu pelaku pencurian kendaraan motor (Curanmor) di Kabupaten Gowa dibekuk aparat.

Yang terbaru MS alias Didang (40). resedivis curanmor asal Kabupaten Jeneponto yang kerap beraksi di batas Kecamatan Parangloe dan Kecamatan Tinggimoncong ini akhirnya tertangkap.

Bacaan Lainnya

MS diringkus oleh Tim Anti Bandit Polres Gowa bekerjasama dengan Tim Opsnal Polsek Parangloe.

Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan mengatakan,  MS ditangkap usai melakukan aksi pencurian di Lebong, Dusun Bontoloe Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe.

Dalam penangkapan tersebut berhasil diamankan satu unit sepeda motor hasil curian.

“MS ditangkap berkat kesigapan anggota Polsek Parangloe,” ujar M Tambunan dalam konferensi pers di Mapolres Gowa, Kamis (1/7/2021).

MS sempat dihadiahi timah panas oleh petugas. Tindakan tegas dan terukur diambil petugas lantaran yang bersangkutan hendak melarikan diri saat dilakukan pengembangan.

“Dia mengelabui petugas dan berupaya melarikan diri di wilayah Benteng Somba Opu. Petugas telah memberikan tembakan peringatan. Akan tetap tak diindahkan sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur,” bebernya.

Kapolres Gowa, AKBP Tri Goffaruddin P menyebutkan, MS merupakan resedivis yang kerap beraksi di Kabupaten Gowa.

Sepak terjangnya, sangat meresahkan masyarakat. Kata Tri, ada 5 laporan polisi dan 8 pengaduan yang diterima Polres Gowa terkait aksi kejahatan yang dilakukan MS selama ini.

“Hasil pemeriksaan dan interogasi pelaku mengaku melakukan kejahatan tidak sendiri. Ada rekannya berinisial RZ yang saat ini masuk dalam daftar pencarian (DPO),” jelas AKBP Tri.

Dalam menjalankan aksinya, MS menggunakan kunci T dan beberapa kunci lainnya. Setiap kendaraan yang terparkir di pinggir jalan serta halaman rumah menjadi incarannya.

Di saat situasi aman dan memiliki peluang untuk beraksi MS bersama RZ membuka kunci kontak menggunakan kunci T.

“Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 363 Jo Pasal 64 KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman 9 tahun,” pungkas AKBP Tri. (rus)


Pos terkait