Residivis Curas Tewas Saat Proses Penangkapan

STARNEWS.ID, GOWA — Tim anti bandit Polres Gowa terpaksa bertindak tegas kepada seorang terduga pelaku pencurian kekerasan (Curas). Hingga meregang nyawa saat proses penangkapan.

Kronologis penangkapan berawal pada Sabtu dinihari (17/10/2020) sekitar pukul 04.20 WITA personel tim anti bandit dan unit lapangan Reskrim Polsek Pallangga melakukan pengembangan atas beberapa kasus yang ditangani.

Di saat pengembangan personel melihat terduga pelaku bersama rekannya berboncengan menggunakan sepeda motor dengan membawa sebuah sepeda lipat.

Atas kecurigaan tersebut kemudian anggota mencegat dan menghentikan kedua terduga pelaku .

Karena diberhentikan kemudian lelaki Eki (28) yang saat kejadian sementara dibonceng oleh rekannya Dg Tiro (30) turun dari kendaraan kemudian melakukan perlawanan dengan cara membacok personel BRIPKA Andrianto dengan sebilah parang.

“Yang mengakibatkan dua jari tangan kiri personel hampir terputus,” ungkap kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir saat merintis kasus tersebut di hadapan awak media pada Minggu sore (18/10/2020).

Atas kejadian tersebut, lanjut Jufri, personel berupaya mengamankan terduga pelaku dibantu oleh warga sekitar TKP.

“Dan tidak berlangsung lama pelaku berhasil diamankan namun rekan pelaku berinisial DT (30) yang saat itu membawa sepeda motor berhasil melarikan diri,” tambahnya.

Hasil interogasi, diketahui bahwa,L sepeda lipat yang dibawa pelaku merupakan hasil kejahatan. Pelaku juga mengakui masih ada beberapa TKP lain yang dijadikan saat melakukan aksi kejahatan.

Agar dapat menemukan rekan pelaku selanjutnya pada Minggu dini hari (18/10/2020) pukul 04.04 WITA dilakukan pengembangan dengan membawa pelaku, Eki. Pelaku menunjuk sebuah rumah yang diketahui sering ditempati terduga pelaku di Kecamatan Barombong

Saat pengembangan, pelaku melarikan diri. Polisi pun mesti bertindak tegas dengan melakukan tembakan terukur yang tepat mengenai kaki. Selanjutnya, terduga pelaku dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.

Pasca mendapat penanganan medis lalu petugas medis mempersilahkan membawa pelaku pulang.

“Namun di tengah perjalanan menuju Polres Gowa pelaku mengalami sesak nafas, sehingga personel kembali membawa pelaku ke rumah sakit Bhayangkara,” tambah kasat Reskrim polres Gowa

Saat dilakukan tindakan medis petugas rumah sakit mengatakan terduga pelaku meninggal dunia kemudian dari hasil pemeriksaan urine diketahui terduga pelaku positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu.

Dari hasil penangkapan tersebut personil berhasil mengamankan 1 bilah parang milik Pelaku , 1 buah kunci Letter T (Kunci Palsu) dan 1 Unit Sepeda Lipat.

Untuk terduga pelaku yang melarikan diri saat ini masih dilakukan pencarian dan diimbau segera menyerahkan diri ke Polres Gowa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Karena perbuatannya, terduga pelaku akan kami jerat dengan pasal 365 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tutup AKP Jufri Natsir. (rus)

Terkait