Sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW yang Terkenal

sahabat-sahabat-nabi
Ilustrasi sahabat nabi. Foto (muslimobesession.com)

STARNEWS.ID – Sebelum kita lebih jauh mengenal sahabat-sahabat nabi Muhammad SAW, perlu kita mengetahui definisi sahabat nabi dari kalangan ulama.

Dilansir dari Wikipedia, kebanyakan ulama secara umum mendefinisikan sahabat Nabi sebagai orang-orang yang mengenal Nabi Muhammad, mempercayai ajarannya, dan meninggal dalam keadaan Islam. Dalam bukunya “al-Iṣābah fī Tamyīz al-Ṣaḥābah”, Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H/1449 M) menyampaikan bahwa:

Bacaan Lainnya

“Sahabat (صحابي, ash-shahabi) adalah orang yang pernah berjumpa dengan Nabi dalam keadaan beriman kepadanya dan meninggal dalam keadaan Islam.”

Terdapat definisi yang lebih ketat yang menganggap bahwa hanya mereka yang berhubungan erat dengan Nabi Muhammad saja yang layak disebut sebagai sahabat Nabi. Dalam kitab “Muqadimmah” karya Ibnu ash-Shalah (w. 643 H/1245 M),

Dikatakan kepada Anas, “Engkau adalah sahabat Rasulullah dan yang paling terakhir yang masih hidup.” Anas menjawab, “Kaum Arab (badui) masih tersisa, adapun dari sahabat beliau, maka saya adalah orang yang paling akhir yang masih hidup.”

Demikian pula ulama tabi’in Said bin al-Musayyib (w. 94 H/715 M) berpendapat bahwa: “Sahabat Nabi adalah mereka yang pernah hidup bersama Nabi setidaknya selama setahun, dan turut serta dalam beberapa peperangan bersamanya.”

Sementara Imam an-Nawawi (w. 676 H /1277 M) juga menyatakan bahwa: “Beberapa ahli hadis berpendapat kehormatan ini (sebagai Sahabat Nabi) terbatas bagi mereka yang hidup bersamanya (Nabi Muhammad) dalam waktu yang lama, telah menyumbang (harta untuk perjuangannya), dan mereka yang berhijrah (ke Madinah) dan aktif menolongnya; dan bukan mereka yang hanya menjumpainya sewaktu-waktu, misalnya para utusan Arab badui; serta bukan mereka yang bersama dengannya setelah Pembebasan Mekkah, ketika Islam telah menjadi kuat.

Tingkatan dan status

Identifikasi terhadap Sahabat Nabi, termasuk tingkatan dan statusnya, merupakan hal yang penting dalam Dunia Islam karena digunakan untuk mengevaluasi keabsahan suatu hadis maupun perbuatan Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh mereka.

Menurut Al-Hakim an-Naisaburi dalam karyanya Al-Mustadrak, tingkatan Sahabat terbagi dalam dua belas tingkatan, yaitu:

  • Para Khulafa’ur Rasyidin dan selebihnya dari Sepuluh yang Dijanjikan Surga ketika masih hidup
  • Para sahabat yang masuk Islam di Makkah sebelum Umar dan mengikuti majelis Daarul Arqam
  • Para sahabat yang ikut serta berhijrah ke negeri Habasyah
  • Para sahabat Kaum Anshar yang ikut serta dalam Bai’at Aqabah Pertama
  • Para sahabat Kaum Anshar yang ikut serta dalam Bai’at Aqabah Kedua
  • Para sahabat Kaum Muhajirin yang berhijrah sebelum sampainya Nabi Muhammad di Madinah dari Quba
  • Para sahabat yang ikut serta dalam Perang Badar
  • Para sahabat yang berhijrah antara Perang Badar dan Perjanjian Hudaibiyyah
  • Para sahabat yang ikut serta dalam Bai’at Ridhwan pada saat ekspedisi Hudaibiyyah
  • Para sahabat yang masuk Islam dan berhijrah ke Madinah setelah Perjanjian Hudaibiyyah
  • Para sahabat yang masuk Islam setelah Fathu Makkah
  • Para sahabat anak-anak yang melihat Nabi Muhammad di waktu atau tempat apapun setelah Fathu Makkah

Terdapat sekelompok Sahabat Nabi yang dipandang lebih tinggi statusnya di antara kalangan mereka sendiri, yaitu sebagai ulama yang dimintakan fatwanya untuk berbagai permasalahan yang mereka hadapi. Sahabat Nabi yang memberikan fatwa diperkirakan ada sekitar 130 orang, laki-laki dan perempuan.

Menurut Ibnu Qayyim, para ulama Sahabat Nabi terbagi sebagai berikut: Para sahabat yang banyak berfatwa, yaitu tujuh orang: Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas’ud, Aisyah Ummul Mukminin, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Umar, dan Abdullah bin Abbas.

Para sahabat yang pertengahan dalam berfatwa, antara lain: Abu Bakar, Ummu Salamah, Anas bin Malik, Abu Sa’id al-Khudri, Abu Hurairah, Utsman bin Affan, Abdullah bin Amr bin al-Ash, Abdullah bin Zubair, dll.

Para sahabat yang sedikit berfatwa, hanya satu-dua masalah, yaitu: Abu Darda, Abu al-Yasar, Abu Salamah al-Makhzumi, Abu Ubaidah bin al-Jarrah, Hasan bin Ali, Husain bin Ali, Nu’man bin Basyir, Ubay bin Ka’ab, Abu Ayyub, Abu Thalhah, Abu Dzar, Ummu Athiyyah, Shafiyah Ummul Mukminin, Hafshah, dan Ummu Habibah.

Sahabat-sahabat Nabi yang terkenal

Berikut ini daftar beberapa Sahabat Nabi yang terkenal, antara lain:

  • Abdullah bin Umar
  • Abdurrahman bin Auf
  • Abu Bakar
  • Abu Dzar Al-Ghiffari
  • Abu Hurairah
  • Abu Thufail al-Laitsi
  • Abu Ubaidah bin al-Jarrah
  • Ali bin Abi Talib
  • Amru bin Ash
  • Bilal bin Rabah
  • Hakim bin Hazm
  • Hamzah bin Abdul Muthalib
  • Imran bin Hushain
  • Khalid bin Walid
  • Mua’dz bin Jabal
  • Mua’wiyah bin Abu Sufyan
  • Mus’ab bin Umair
  • Salman al-Farisi
  • Sa’ad bin Abi Waqqas
  • Sa’ad bin ‘Ubadah
  • Sa’id bin Zayd bin `Amr
  • Thalhah bin Ubaidillah
  • Zaid bin Khattab
  • Umar bin Khattab
  • Usamah bin Zaid bin Haritsah
  • Usman bin Affan
  • Wahsyi bin Harb
  • Zubair bin Awwam

Khulafaur Rasyidin

Di antara nama-nama sahabat Nabi Muhammad, terdapat 4 nama sahabat yang sangat populer karena keempatnya menjabat sebagai khalifah yang bergelar khulafaur rasyidin. Mereka adalah Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Keempat sahabat tersebut berhasil mempertahankan Islam sesuai ajaran Nabi Muhammad dan membawa Islam semakin dikenal di penjuru dunia. Keempat sahabat nabi ini juga mendapatkan jaminan dari Nabi untuk masuk ke dalam surga.

Sahabat-sahabat Nabi yang dijamin masuk surga

Diantara sahabat-sahabat nabi yang terkenal ada beberapa sahabat yang memiliki keistimewaan dijamin masuk surga. Berikut 10 sahabat nabi yang dijamin masuk surga:

  • Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq
  • Sayyidina Umar bin Khattab
  • Sayyidina Utsman bin Affan
  • Sayyidina Ali bin Abi Thalib
  • Abu Ubaidah bin Jarrah
  • Sa’ad bin Abi Waqqash
  • Abdurrahman bin Auf
  • Thalhah bin Ubaidillah
  • Zubair bin Awwam
  • Sa’id bin Zaid

Dengan mengenal sahabat-sahabat Nabi saw kita bisa memahami betapa Islam tersebar di seluruh penjuru dunia salah satunya juga berkat jasa para sahabat Nabi dalam mengemban risalah kenabian. Semoga dengan mengenal biografi para sahabat nabi, menyebabkan kita memahami ajaran Islam dengan baik.

Terkait