Salah Mengolah Makanan? Akibatnya Bisa Keracunan

Cara mengolah makanan harus diketahui dengan benar, sehingga makanan yang disajikan tetap higinies. (foto ; makassarterkini)

STARNEWS.ID – Banyak yang belum mengetahui persis, bagaimana mengolah makanan yang benar, meskipun mereka mahir memasak. Apakah kamu sudah tahu bagaimana mengolah makanan yang baik? Mungkin sebagian besar dari kamu merasa bahwa sudah mengolah makanan secara baik dan benar. Tapi apakah kamu yang cara yang kamu gunakan itu benar?

Ternyata banyak peneliti mengungkapkan bahwa hampir 90% orang tidak tahu bahwa kebiasaan yang disering dilakukan selama ini salah. Menurut penelitian banyak kasus keracunan yang terjadi disebabkan oleh kecerobohan memilih dan mengolah bahan makanan dari di dapur kamu.

Bacaan Lainnya

“Riset membuktikan ternyata orang tidak terlalu berhati-hati dalam mengolah makanan seperti yang seharusnya,” kata Janet B Anderson, RD, profesor klinik bidang nutrisi dan ilmu makanan di Utah University, seperti yang Liputan6.com lansir dari Health News, Kamis (21/3/2019).

“Banyak orang percaya, bahwa mereka sudah melakukan prosedur yang benar, padahal kenyataannya tidak,” tambahnya.

Ternyata ada beberapa kebiasaan mengolah makanan yang justru bisa membuat kamu keracunan dan menghilangkan nutrisi yang ada dalam makanan tersebut.

4 Kebiasaan Buruk Mengolah Makanan

1. Meninggalkan sisa makanan di atas kompor menyala

Dalam kasus ini kamu akan banyak menjumpai dalam sebuah acara pernikahan atau acara besar. Tapi tidak sedikit pula orang yang juga melakukannya dirumah. Dalam hal ini mungkin kamu bermaksud untuk menjaga makanan agar tetap hangat tapi ternyata cara ini justru akan merusak makanan.

Banyak orang berpikir menghangatkan makanan dapat mengurangi racun, tapi ternyata itu semua salah hasil justru sebaliknya. Beberapa racun malah terbentuk karena makanan dihangatkan.

Cara yang benar adalah simpan sisa makanan di dalam kulkas kemudian hangatkan ketika jam makan hampir tiba. Tempatkan sisa makanan yang masih hangat dalam wadah kecil dan tidak terlalu tinggi supaya makanan lebih cepat dingin. Namun jangan penuhi kulkas dengan wadah makanan sebab kulkas yang penuh tidak dapat mengeluarkan udara dingin dengan efisien.

2. Hanya mencuci buah yang kulitnya bisa dimakan

Dalam kasus ini, buah yang kulit dan bijinya tidak bisa dimakan, seperti pisang dan melon misalnya, sama berbahayanya. Bakteri bisa berpindah dari kulit luar ke daging buah, melalui pisau. Kesimpulannya, semua jenis buah-buahan harus dicuci. Lebih baik lagi jika kulit tomat, paprika dan lain sebagainya, dikupas setelah dicuci.

3. Langsung mencuci sayuran sepulang dari pasar

Agar bahan makanan terjaga kebersihannya sebelum masuk kulkas, kamu berpikir untuk mencucinya lalu disimpan dalam kulkas. Cara ini sepenuhnya salah karena justru dapat menyebabkan tumbuhnya jamur dan mikroba.

Menurut Linda J Harris, PhD, direktur riset keamanan makanan Western Institute, University of California, penyebabnya adalah kelembaban yang tertinggal dari air cucian. Oleh karena itu, sebaiknya bersihkan sayur tepat sebelum kita mengolahnya.

Untuk sayuran seperti selada atau kubis, kamu dapat membuang daun bagian luarnya karena kemungkinan besar terjadi kontaminasi sangat besar.

4. Memanggang daging hingga berwarna merahnya hilang

Menurut penelitian di Kansas University, penglihatan kita tidak dapat mengukur matang atau tidaknya daging sepotong daging. Daging yang sudah dibekukan akan lebih cepat berubah warna menjadi cokelat meski sebenarnya belum benar-benar matang.

Tapi sebaliknya yang terjadi pada daging cincang segar bisa berwarna merah muda saat mencapai tingkat kematangan yang sempurna. Satu-satunya cara untuk mengetahui matang atau tidaknya adalah menggunakan termometer daging, jika suhunya sudah 71 derajat Celcius atau lebih saat dimasak dikatakan daging sudah matang. (star1)


Pos terkait