Saling Klaim! Spot Wisata Bukit Bollangi Ditutup untuk Umum

STARNEWS.ID, GOWA – Spot wisata di Bukit Bollangi tak bisa lagi didatangi untuk sementara waktu. Lokasi tempat berfoto dengan latar panorama Waduk Bili-Bili yang belakangan ini ramai dikunjungi mendadak ditutup untuk umum.

Penutupan dilakukan oleh pemerintah kecamatan Parangloe, Gowa. Isu yang berkembang, virus Corona jadi alasan tempat itu ditutup. Namun isu itu dibantah oleh Lurah Bontoparang, Kecamatan Parangloe, Syahbandar. 

Bacaan Lainnya

Mantan Kades Pattallikang itu menjelaskan, penutupan Bukit Bollangi karena ada klaim lahan dari pemerintah Desa Timbuseng. 

“Bukan Corona. Ditutup karena ada klaim dari Pemerintah Desa Timbuseng, lokasi itu masuk wilayahnya,” tutur Syahbandar kepada wartawan, Jumat, (5/6/2020). 

Spot wisata Waduk Bili-Bili di Bukit Bollangi, kata dia, mulai ditutup untuk umum, Kamis, (4/6/2020). Camat Parangloe, Mappatangka bersama Danramil dan Kapolsek yang turun langsung melakukan penutupan. 

Menurut Syahbandar, lokasi spot wisata tersebut masih masuk wilayah kelurahan Bontoparang. Agar lebih jelas, siapa yang punya wilayah, maka setelah penutupan itu akan dilakukan pertemuan antara pemerintah desa Timbuseng dan pemerintah kelurahan Bontoparang serta pemerintah kecamatan.

“Kalau berdasar laporan dari Kepala Lingkungan kami, lokasi tersebut masuk wilayah Kelurahan Bontoparang,” katanya.

Kendati dinyatakan ditutup untuk umum, namun pantauan di lokasi (Jumat sore,red), situasi Bukit Bollangi masih dikunjungi oleh warga. 

Walau demikian, volume orang yang datang sudah berkurang. Lahan parkir menuju lokasi juga terlihat tidak padat kendaraan. Para penjual pun sudah tidak tampak.

Di jalan masuk tempat berfoto pun terpasang pengumuman lokasi ditutup untuk umum. 

Warga Bollangi IV yang biasa menjadi tukang parkir saat ditemui di lokasi membenarkan bahwa ada aparat turun melakukan penutupan. Namun alasan penutupan, berbeda dengan yang dikatakan Lurah Bontoparang. 

Kata dia, aparat yang datang ke lokasi menyampaikan, bahwa alasan penutupan karena menghindari penularan virus corona.

“Ada memang polisi dan tentara ke sini menutup tempat ini. Alasannya katanya corona,” ungkapnya. (rus/uba)

Terkait