Sekolah di Gowa ‘Dipaksa’ Beli Modul SKTB

Kondisi salah satu SD di Kabupaten Gowa yang tampak sepi saat diabadikan, Kamis, 21 Mei 2020. Pengadaan modul SKTB untuk SD di Gowa dikeluhkan. (foto rusli/starnews.id)

STARNEWS.ID, GOWA – Pengadaan modul Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) untuk sekolah dasar (SD) di Kabupaten Gowa menuai keluhan. 

Sekolah merasa ‘dipaksa’ membayar. Sementara barangnya belum ada. 

Bacaan Lainnya

Sekolah diwajibkan membayar biaya modul SKTB tersebut melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahap dua tahun anggaran 2020. 

Kuitansi pembayarannya pun sudah ada di kordinator wilayah (korwil) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gowa. 

“Adami kuitansinya. Kita disuruh bayar melalui dana BOS tahap dua ini. Baru barangnya belum ada,” ujar salah satu kepsek SD di kecamatan Parangloe, Kamis, 21 Mei 2020.

Selain di kecamatan Parangloe, keluhan serupa juga datang dari kepsek SD di kecamatan lainnya. Seperti di kecamatan Pallangga dan Barombong. Juga kecamatan Bajeng. 

Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa kecamatan Pallangga, Hadasiah saat dikonfirmasi tak menampik adanya pengadaan modul SKTB ke sekolah. 

Namun Ia membantah jika sekolah “dipaksa” untuk membayar. “Ada memang itu modul SKTB. Tapi tidak benar kalau sekolah dipaksa membayar. Ini saja baru dua sekolah yang datang bayar,” ujar dia.

Mengenai soal fisik barang, juga ada. Hanya saja belum didistribusikan oleh pihak percetakan karena kondisi sekolah sekarang masih diliburkan. 

“Saya sudah bicara dengan perusahaan yang cetak itu modul SKTB. Barangnya belum didistribusikan karena sekolah kan masih  libur,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Gowa, dr Salam yang ikut dikonfirmasi terkait modul SKTB menolak berkomentar banyak. 

Namun Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) itu membenarkan bahwa modul SKTB itu memang belum didistribusikan ke sekolah.”Belumpi,” ujar dr Salam singkat. (rus/uba)  

Pos terkait