Selamatkan Ijazah, Warga Pattallassang Terobos Kobaran Api

Warga Dusun Pa'bundukang, Desa Paccelekang, Kecamatan Pattallasang, Gowa Sukmawati Dg Singara yang jadi korban kebakaran, Selasa (8/6/2021). Tampak kedua tangannya melepuh lantaran terbakar api. (Foto : Nurdin Nakku)

STARNEWS.ID,PATTALLASSANG— Wajah Sukmawati Dg Singara (40) terlihat sangat sedih. Rumah warga Dusun Pa’bundukang, Desa Paccellekang, Kecamatan Pattallasang, Gowa yang selama ini dia tempati tinggal tak ada lagi. Ludes dilalap api, Selasa (8/6/2021).

Meski demikian, Sukmawati masih bersyukur karena bisa selamat. Walau harus mengalami luka bakar. Kedua tangannya melepuh lantaran menerobos kobaran api demi menyelamatkan ijazahnya yang disimpan di dalam lemari.

Bacaan Lainnya

Rumah Sukmawati terbakar sekitar Pukul 12.30 WITA. Saat itu, Sukmawati baru saja pulang dari menjual sayur. Saat kebakaran terjadi, Sukmawati sementara menyapu di bawah kolong rumahnya.

Tiba-tiba Ia kaget melihat api berkobar di bagian tengah atas rumah panggungnya. Sukmawati yang tinggal sendirian tak berpikir panjang. Ia langsung berlari ke atas rumahnya untuk mematikan meteran listrik.

Namun upayanya sia-sia. Api justru makin membesar. Sebagian rumahnya sudah tampak terbakar. Termasuk lemari tempat ijazahnya dia simpan.

Dalam keadaan genting itu, Sukmawati tak berpikir lagi menyelamatkan harga bendanya yang lain. Dibenaknya hanya fokus pada ijazahnya.

Sukmawati pun nekat menerobos api untuk menyelamatkan ijazahnya itu. Akibatnya, kedua tangannya terbakar. Melepuh.

“Saya dan kedua anakku yang ada di rumah saat kebakaran terjadi. Alhamdulillah mereka selamat. Suamiku di Toraja kerja. Tadi malam berangkat,” tutur Sukmawati saat ditemui usai kebakaran.

Selain ijazah, motor yang selama ini digunakan Sukmawati menjual sayur juga bisa diselamatkan. Selebihnya harta yang lain ludes.

“Itu pun bagian kap motor sudah terbakar, tapi masih sempat saya tarik keluar dari kolong rumah,” ucapnya.

Beruntung api tidak merembes ke rumah warga lainnya. Hanya rumah Sukmawati yang ludes terbakar. Api berhasil dipadamkan oleh warga secara manual. Mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Gowa baru tiba di lokasi setelah api padam.

Pasca kejadian kebakaran rumahnya, Sukmawati bersama kedua anaknya, Hasan dan Husain (7) harus tinggal di tenda darurat.

Kerabat Sukmawati, H Hamid Daeng Sanre berharap ada bantuan Pemkab Gowa dalam hal ini Dinas Sosial. Yang paling dibutuhkan material untuk membangun kembali rumahnya. Seperti balok dan seng.

“Harapan kami Dinsos Pemkab Gowa turun memberikan bantuan,” pinta Daeng Sanre.

Tokoh masyarakat Pattallassang, Nurdin Nakku Dg Bundu meminta kejadian ini sebagai pelajaran untuk lebih waspada terhadap bencana kebakaran.

Ia menyarankan kepada semua ke kepala desa untuk memprogramkan mobil tangki pemadam kebakaran. “Musim kemarau ini rawan sekali kebakaran. Makanya perlu diantisipasi dengan pengadaan mobil damkar di setiap desa,” tandasnya.(rus)


Pos terkait