Seorang Perwira TNI Jadi Korban Salah Gerebek Satnarkoba Polresta Malang

STARNEWS.ID, MALANG – Seorang perwira TNI berpangkat Kolonel, menjadi korban salah penggerebekan oleh Satnarkoba Polresta Malang, Kamis (25/3/2021). Sang Kolonel digerebek di Hotel Regent di kota Malang, tapi polisi tidak menemukan barang bukti. Kasus ini akhirnya berbuntut panjang, dan akhirnya pihak kepolisian meminta maaf atas kekeliruannya.

Peristiwa ini berawal ketika Kolonel IWS yang menginap di sebuah hotel di kota Malang, tiba-tiba diketuk dengan keras. Saat dibuka, empat orang langsung menerobos masuk kamar. Selanjutnya dengan nada tinggi, dan perlakuan kasar mendorong sang Kolonel. IWS dipaksa duduk di sebuah kursi, dan kaos yang kenakan robek akibat ditarik.

Bacaan Lainnya

Meskipun Kolonel IWS memperkenal dirinya sebagai seorang perwira TNI, tapi tidak digubris keempat orang yang berasal dari Polresta Malang tersebut. Selanjutnya IWS meminta mereka menunjukkan surat tugas, dan diperlihatkan surat yang ditandatangai Kasat Narkobat Polresta Malang Kota.

Para polisi ini langsung mengeledah seluruh isi kamar, termasuk tas sang kolonel tapi mereka tidak menemukan barang bukti apa-apa. Bahkan IWS mengatakan seharusnya mereka melibatkan Polisi Militer, karena dirinya seorang TNI aktif yang sedang bertugas.

Karena tidak menemukan barang bukti, seperti yang dituduhkan keempat polisi tersebut meninggalkan hotel. Selanjutnya IWS menghubungi Kahubdam V/Brw Kol Chb Muhammad Anom Kartika, dan menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Lalu beberapa petinggi TNI di wilayah Malang dihubungi, dan juga menyampaikan pada Kapolresta setempat. Kemudian diadakanlah pertemuan membahas masalah tersebut, untuk segera diselesaikan.

Kolonel IWS yang menjadi korban salah penggerebekan, memberikan penekanan kepada Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata untuk lebih teliti dan melaksanakan tindakan sesuai prosedur agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

Juga para anggota Satnarkoba Polresta Malang diwakili Kasatnarkoba Polresta Malang Kompol Anria Rosa Piliang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahannya dalam melaksanakan tugas dan siap menerima hukuman sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Bahkan dengan selesainya permasalahan tersebut, para pimpinan TNI khususnya di Wilayah Malang Raya dapat meredam dan mengendalikan anggotanya dalam menyikapi kejadian tersebut. (*/uba)


Pos terkait