Sepuluh Besar Kejuaraan STQH Sulsel XXXI di Tana Toraja

Kafilah kota Makassar berhasil menyabet Juara Umum dalam STQH XXXI di Tanah Toraja ( foto : humaskemenagsulsel)

STARNEWS.ID, TANA TORAJA – Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) ke XXXI, Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), di Kota Makale Kabupaten Tana Toraja usai sudah. Kegiatan ini terbilang sukses, aman dan lancar.

Gelaran ini ditutup secara resmi oleh Gubernur Sulsel diwakili Bupati Tana Toraja, Ir. Nicodemus Biringkanae, di Plasa Bundaran Kolam Makale, Sabtu malam, 27 April 2019.

Bacaan Lainnya

Pemukulan beduk oleh bupati, atas nama gubernur menandai berakhirnya perhelatan STQH itu. Bupati pada kesempatan itu, didampingi para unsur organisasi pimpinan daerah OPD Tana Toraja, Kepala Biro Kesra Pemprov Sulsel, Drs. H. Suherman, dan para Kepala Bagian Kesra Kabupaten/Kota se Sulsel.

Hadir pula Bupati Toraja Utara, Dr. Kalatiku Paembonan, M.Si, Wakil Walikota Parepare, Ir. H. Pangerang Rahim dan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulsel, H. Anwar Abubakar, S.Ag., M.Pd, dan para kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se Sulsel, segenap kafilah dan kontingen dari 24 kabupaten dan kota.

Juga masyarakat sekitar yang turut hadir memadati Plasa Bundaran Kolam Makale, pada acara yang baru pertama kali digelar di daerah yang berjuluk ‘’Tanah Raja Raja Surga’’ ini.

Adapun sepuluh besar perolehan kejuaraan pada ajang seleksi, yang dibacakan Sekretaris Dewan Hakim, H. Misbahuddin, MA, adalah sebagai berikut; Kafilah Kota Makassar diurutan pertama, dengan nilai 27. Disusul Kabupaten Luwu Timur di urutan kedua dengan nilai 23.

Pada posisi ketiga ditempati Kabupaten Maros dengan nilai 20. Selajutnya diurutan keempat Kabupaten Sidenreng Rappang dengan nilai 17. Dan di tempat kelima ada Kabupaten Bone dengan nilai 15. Urutan keenam diraih kafilah Kabupaten Pangkep dengan nilai 10.

Sedangkan kafilah yang menempati posisi ketujuh, adalah Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Wajo dengan nilai masing-masing 5. Selanjutnya pada posisi kedelapan ada Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Sinjai yang masing-masing memperoleh nilai 4.

Sejumlah acara pembuka yang menandai penutupan STQH ini, seperti penampilan mahasiswa dari institut pemerintahan dalam negeri (IPDN) Makassar, dan penampilan seni dari unsur Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja.

Gubernur dalam sambutannya menilai, Tana Toraja tidak hanya sukses selaku penyelenggara STQH, tapi telah sukses menunjukkan sikap toleransi antar umat beragama. ”Di mana pemeluk agama lain turut membantu suksesnya acara dua tahunan tersebut,” sebut gubernur.

Kesempatan itu, gubernur menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya, atas kerja sama semua pihak sehingga STQ ini berjalan dengan baik, dan Tana Toraja telah menjadi tuan rumah yang sukses, dan menunjukkan peran sebagai daerah yang religius, dalam membangun keberagaman dan kemajemukan.

Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Anwar Abubakar, S.Ag, M.Pd, dalam sambutannya mengatakan, gambaran moderasi beragama nampak dalam STQH kali ini, di mana Tana Toraja telah menunjukkan bukti moderasi beragama dengan adanya perekat kehidupan beragama.

Anwar Abubakar juga mengapresiasi kerja keras panitia STQH, dan dukungan unsur masyarakat, lembaga keagamaan dan Ormas dalam memberikan partisipasi, untuk suksesnya STQH tahun ini.

‘’STQH yang berlangsung di Kota Makale Tana Toraja ini, serasa MTQ. Saya mengimbau ke depan agar daerah yang ditunjuk menjadi tuan rumah bisa melebihi dari standar yang telah dilakukan oleh Tana Toraja, minimal sama dengan ini,’’ tandas Kakanwil.

Ketua panitia dalam laporannya bersyukur dan bangga atas terelenggaranya STQH, dengan harapan menjadi motivasi bagi semua pihak, untuk mendorong peningkatan pengetahuan, pemahaman, penghayatan dan dan pengamalan ajaran Al-Qur’an di lingkungan keluarga, masyarakat dan bangsa pada umumnya.

Pada kesempatan itu, ketua panitia menyampaikan terima kasih kepada pengurus Aisyiah Kabupaten Tana Toraja, dan kelompok majelis taklim dari 19 kecamatan, yang setia selalu menyiapkan sarapan pagi, dan kopi pagi, kepada seluruh kafilah di Plasa Bundaran Kolam Makale, setiap pagi dengan gratis. (star1)


Pos terkait