Sidak Kelas Luring SMA Negeri 6 Gowa, Kadisdik Sulsel Motivasi Siswa 

Kadis Pendidikan Sulsel, Prof Muhammad Jufri dan Kepala UPT SMA Negeri 6 Gowa, Erwin Wijaya foto bersama siswa disela kunjungan kelas luring di Dusun Pakkolompo, Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Gowa, Selasa (2/3/2021). (Foto : Ist)

STARNEWS.ID,GOWAWhere there is a will there is a way. Penggalan kalimat Bahasa Inggris bernada motivasi ini diucapkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel, Prof Muhammad Jufri saat meninjau belajar luar jaringan (Luring) SMA Negeri 6 Gowa di Dusun Pakkolompo, Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Gowa, Selasa (2/3/2021).

Jufri salut. Ia terkesima melihat semangat siswa SMA Negeri 6 Gowa mengikuti pembelajaran luring di tengah keterbatasan akibat Pandemi Covid-19. Dengan memanfaatkan kolong rumah milik warga, siswa tampak antusias menerima materi pelajaran dari gurunya.

Bacaan Lainnya

“Saya bangga melihat semangat anak-anak kita (Siswa SMA Negeri 6 Gowa,red). Mereka menunjukkan semangat belajar yang luar biasa,” ucap Jufri.

Menyaksikan belajar luring siswa SMA Negeri 6 Gowa, seolah mengingatkan Jufri dimasa lalu. Masa dimana dirinya menempuh pendidikan.

Jufri bercerita,  bahwa apa yang dirasakan siswa saat ini nyaris hampir sama dengan dirinya dulu. Hanya saja situasi dan waktunya saja yang berbeda.

“Masa pendidikan saya dulu juga sulit. Namun impian menggapai cita-cita mengalahkan kesulitan itu. Saya tetap penuh semangat sampai mendapatkan gelar Akademik seperti sekarang ini. Where there is a will there is a way (Dimana ada kemauan pasti ada jalan),” tutur Jufri berkisah.

Dihadapan siswa dan guru SMA Negeri 6 Gowa, guru besar psikologi UNM itu pun menyampaikan kiat-kiat untuk menjadi sukses. Salah satu yang ditekankan mengenai mengelola waktu dengan baik.

“Sukses itu tidak mungkin diraih hanya dengan 4 jam belajar dalam setiap hari. Melainkan minimal 12 jam dalam sehari kita maksimalkan untuk belajar. Itu juga sudah mengakomodir istirahat kita/tidur dengan porsi 6 jam dalam sehari dan kegiatan santai selama 6 Jam juga,” urainya.

Dusun Pakkolompo yang menjadi salah satu dari dua titik lokasi pembelajaran luring SMA Negeri 6 Gowa memang tergolong daerah terpencil. Jaringan internet di dusun ini sangat begitu sulit.

Kendala jaringan internet itu membuat siswa SMA Negeri 6 Gowa yang tinggal di dusun ini tak memungkinkan mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sehingga pihak sekolah harus menerapkan metode luring agar siswa tetap belajar.

“Luring ini merupakan solusi menghindari lost learning. Saya berterima kasih atas inisiatif sekolah dan guru yang semangat tiap hari masuk di dusun ini memberikan pelajaran luring,” kata Jufri.

Jufri juga menjelaskan soal kunjungan mendadaknya itu. Kata dia, kunjungan tersebut untuk melihat persiapan sekolah menghadapi Ujian Sekolah(US) bagi siswa kelas XII yang digelar dalam waktu dekat ini.

Ada dua sekolah di kabupaten Gowa yang didatangi. Yakni SMA Negeri 8 Gowa dan SMA Negeri 6 Gowa.

Kunjungan Jufri diawali di SMA Negeri 8 Gowa, kecamatan Bontomarannu. Di sekolah ini, Jufri melihat langsung siswa yang belajar daring dari rumah. Setelah itu Jufri bergerak ke SMA Negeri 6 Gowa.

Sidak Jufri di SMA Negeri 6 Gowa agak berbeda. Ia tak langsung ke sekolah. Melainkan langsung menuju lokasi luring siswa SMA Negeri 6 Gowa.

“Sebentar lagi siswa Kelas XII akan mengikuti Ujian Sekolah. Saya ingin lihat persiapannya,” terangnya.

Oleh guru SMA Negeri 6 Gowa, kunjungan Kadisdik Sulsel, Prof Jufri ke Dusun Pakkolompo terasa sangat istimewa. Selain pertama kalinya ada pejabat Pemprov Sulsel mengunjungi dusun ini, pesan dan motivasi yang disampaikan Jufri dalam kunjungannya itu menghadirkan sebuah kesan.

“Kami sangat bahagia dikunjungi oleh pimpinan yang luar biasa. Pesan-pesan beliau membuat kami terkesan. Kami tidak menyangka akan bertemu beliau disini. Terima kasih Bapak Kadisdik Sulsel atas kunjungannya,” ucap guru Bahasa Inggris, Harniati.

Kepala UPT SMAN 6 Gowa, Erwin Wijaya juga menyampaikan hal senada. Bekas Kepsek SMA Negeri 1 Bajeng Barat ini tak pernah menyangka, lokasi pembelajaran luring yang digagas sekolahnya itu dikunjungi langsung oleh Kadisdik Sulsel. Bagi Erwin, kunjungan Kadisdik Sulsel itu merupakan sebuah kejutan.

“Kami berterima kasih kepada bapak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan atas kunjungannya. Banyak pesan yang sangat bermakna dari beliau. Motivasi yang luar biasa banyak kami peroleh,” ucap Erwin.

“Kami tidak tau kalau beliau akan berkunjung kesini. Apalagi kelas luring kami ini jauh. Bagi kami ini sebuah surprise,” sambungnya.

Erwin menyebutkanan, ada dua titik lokasi kelas luring di Dusun Pakkolompo. Sebelum membuka kelas luring, pihaknya menerapkan metode pembelajaran home visit.

“Guru langsung mengunjungi rumah 26 siswa. Namun menjelang semester genap, kami melakukan Rapat Dewan Guru bersama pengawas Bina dan persetujuan Kacab Disdik Wilayah II memutuskan solusi terbaik untuk mengantisipasi “Lost learning” adalah membuka kelas luring di Dusun Pakkolompo,” beber Erwin.

Selanjutnya Erwin pun berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa dan orang tua siswa. Alhasil, gagasan kelas luring tersebut direspon positif.

“Alhamdulillah pemerintah setempat (kepala desa) sangat merespon dengan baik. Setelah mendapatkan izin dari ibu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, kami langsung tancap gas. Kelas luring ini sudah jalan hampir dua bulan dengan protokol kesehatan yang ketat,” tandas Erwin.(rus)


Pos terkait